Sekolah Pendaftar IKM di Kabupaten Kudus Bertambah

oleh -136 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Sekolah pendaftar Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di Kabupaten Kudus bertambah. Tercatat pada Kamis (14/04/2022), jumlah pendaftar mencapai 483 sekolah.

Jumlah tersebut terdiri dari sekolah pendaftar di tingkat PAUD sebanyak 198, sekolah dasar (SD) sebanyak 250, dan tingkat SMP sebanyak 35 sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Harjuna Widodo, menaksir jumlah sekolah pendaftar akan terus bertambah hingga penutupan IKM pada 30 April mendatang.

“Minggu kemarin itu 412 sekolah pendaftar, jadi ada penambahan 71 sekolah sampai hari ini,” ujarnya, Kamis (14/04/2022).

Pihaknya pun menyampaikan, kesempatan pendaftaran IKM ini agar bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh sekolah. Mengingat, bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi telah membuka kesempatan bagi sekolah-sekolah untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka melalui jalur mandiri.

Kurikulum Merdeka ini diharapkan bisa mengatasi krisis pembelajaran yang menyebabkan pendidikan semakin tertinggal dan hilangnya pembelajaran akibat dari adanya pandemi. Kurikulum ini pun hadir menjadi opsi pemulihan pembelajaran tahun 2022 sampai 2024.

“Setelah pendaftaran ini, nanti tahap selanjutkan akan ada sosialisasi dan penataran bagi sekolah yang telah mendaftar,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SDN 4 Cendono M Sofiyan, menyebut, telah ikut berpartispasi dalam program pendaftaran IKM lewat jalur mandiri yang telag dibuka oleh Kemendikbud.

Menurutnya, IKM ini bisa menjadi kurikulum baru yang sangat bagus diterapkan kepada para peserta didik. Karena, pada kurikulum ini lebih menekankan pada bakat dan minat siswa.

“Jadi bakat dan minat siswa itu benar-benar bisa diasah fengan semaksimal mungkin dan tidam melulu terpacu pada hasil ujian nasional,” ucapnya, Kamis (14/04/2022).

Lanjut Sofiyan, peserta didik juga bisa lebih merasa merdeka dalam belajar. Mereka bisa memilih mana pelajaran yang mereka sukai dan kuasai. Sehingga, pembekalan skill sekaligus pembentukan prestasi siswa bisa dilakukan dengan maksimal.

“Saya harap dengan penerapan IKM nantinya akan ada kemajuan yang baik karena sekolah betul-betul merdeka begitupun dengan anak bisa merdeka dalam belajar,” harapnya.

Sementara itu, Guru Kelas 6 di SDN 4 Cendono, Hasan, menyebut telah melakukan kesiapan untuk menyambut sistem pembelajaran menggunakan IKM.

Tidak ada persiapan khusus dari dirinya untuk mempersiapkan pembelajaran dan para siswanya. Namun, Hasan mengaku telah mengikuti program pemerintah terkait guru penggerak dan saat ini dia dinyatakan lulus sebagai salah satu guru penggerak di Kudus angkatan 7.

Menurut Hasan, pembelajaran yang dilangsungkan nanti akan lebih diarahkan ke project based learning. Dan pembelajaran tersebut yang kemungkinan bisa menjadi gambaran besar bagaimana IKM nanti diterapkan.

“Jadi anak itu bisa memilih mana pelajaran yang disukai dan dikuasai, nanti kita asah lebih dalam. Pada intinya, untuk IKM nanti yang lebih ditonjolkan kemungkinan adalah hasil kemampuan siswa, bukan semata-mata nilai pengetahuan umum saja,” ujarnya.

Hasan juga mencontohkan, apabila siswa lebih menonjol dalam mata pelajaran matematik namun lemah di pelajaran lainnya. Maka, siswa tidak dipaksa untuk menguasi semua mata pelajaran umum. Namun, mata peljaran yang dikuasai tersebut justru akan semakin diasah agar bisa lebih maksimal.

“Begitupun dengan yang suka kesenian, tenaga pendidik tidak akan ngotot anak itu juga harus mahir dalam pengetahuan umum,” tambahnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :