Sekolah yang Nekad Adakan PTM Tanpa Izin Terancam Dihentikan

oleh -904 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Lantaran kasus positif covid 19 di Kabupaten Kudus yang cenderung naik, Kepala Satuan Gugus Tugas Covid-19 HM Hartopo belum memberikan izin untuk 26 sekolah yang ingin melakukan pembelajaran tatap muka (PTM).

Hal itu yang diungkapkan oleh HM Hartopo yang juga merupakan Bupati Kudus periode 2021-2023. Bahwa sekolah yang sebelumnya mengikuti ujian sekolah (US) tatap muka perlu ditinjau kembali untuk diberikan izin melanjutkan PTM. Bahkan dalam beberapa hari kasus positif covid-19 di Kudus mencapai 100 orang.

“Sekarang kasus covid-19 di Kudus fluktuasi, tapi cenderung naik. Sekolah yang mau melakukan tatap muka untuk selanjutnya akan kita evaluasi, kita kaji dulu,” kata Hartopo selepas lakukan rapat koordinasi penanganan covid-19 di Command Center Diskominfo Kudus, Rabu (28/4/2021).

Kepada sekolah-sekolah yang nekad melakulan PTM, Hartopo tidak mau langsung gegabah memeberhentikan kegiatan secara paksa. Pada dasarnya, pihaknya sendiri merasa tidak enak hati jika terus-terusan melarang sekolah melakukan PTM. Apalagi selama satu tahun lebih siswa belajar lewat daring atau online, itu membuat keprihatinan sendiri kepadanya.

“Jika memang ada yang nekad melakukan PTM akan kita tinjau, bagaimana penerapan protokol kesehatannya. Yang pada intonya, kalau ada satu guru atau siswa yang terpapar virus covid-19 akan langsung kita hentikan, ” jelasnya.

Sebelumnya, Hartopo merincikan bahwa ada 5 sekolah percontohan yang sudah lolos melakukan PTM. Salah satunya adalah SMP N 1 Jekulo, Kudus.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus membenarkan bahwa PTM belum bisa dilanjutkan untuk 26 sekolah sebelumnya. Hal itu disebabkan karena belum turunnya surat rekomendasi dari Ketua Gugus Tugas Penanangan Covid-19 Kudus.

“Kemarin waktu kita rapat di PBG, sekolah yang nekad PTM dan belum dapat rekomendasi, kita akan datangi dan hentikan,” kata Harjuna di depan Command Center.

Jika memang terlihat aktivitas di dalam sekolah, Harjuna menghimbau jika hal itu hanya untuk pembelajaran daring. Bukan untuk PTM.

Lebih detail, Harjuna mengungkapkan bahwa hanya satu sekolah SMP yang mendapatkan lakukan PTM di tahap kedua kali ini. Yakni SMP N 1 Jekulo yang sudah lolos uji coba PTM beberapa minggu lalu. Di mana lokasi SMP N 1 Jekulo yang terletak di Desa Hadipolo masih dalam ketegori zona hijau.

“SMP 1 Jekulo masih di zona hijau. Hadipolo sampai sekarang masih zona hijau,” tuturnya.

Untuk selanjutnya, sekolah-sekolah yang diperbolehkan melakukan PTM, hanya mereka yang berada di zona hijau dan kuning. Zona oranye dan apalagi merah, tidak diperbolehkan lakukan PTM.

“Siapa yang mengajukan untuk lakukan PTM, monggo. Tapi kita lihat dulu zonasinya. Kalau oranye ndak bisa. Mungkin kalau kuning dan hijau bisa, ” pungkasnya.

Sedangkan untuk SD, karena PPKM Mikro kembali dipeepanjang, kegiatan PTM belum bisa dilakukan. Akan tetap daring sampai waktu yang tidak diketahui. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :