Sekuel Rananggana oleh Komunitas Seni Samar Sukses Pukau Penonton

oleh

Kudus, isknews.com – Kemeriahan Pertunjukan Teater “Rananggana” yang disaksikan oleh Komunitas seni dan khalayak umum pada (13/03/2020) Pukul 19.00 WIB di Auditorium Universitas Muria Kudus, malam lalu.

Tepuk tangan dari para penonton pun tutup pementasan oleh penulis naskah Leo Katarsis dan disutradarai oleh Ramuna Putri Widyastuti tersebut. Misi pengangkatan moral pun dirasa bisa disisipkan secara apik dalam tiap adegannya.

Pertunjukan Teater “Rananggana” adalah sekuel dari pertunjukan sebelumnya dengan judul “Bregada Merudhandha” yang kami gali terus menerus untuk menemukan bentuk – bentuk lebih ekploratif dalam berproses kreatif khususnya pertunjukan teater.  Sebagai bentuk respon kami yang intens bergelut dengan kegelisahan untuk menghadirkan karya – karya yang menginspirasi banyak pihak.

TRENDING :  Sejarah Bangunan Lawang Sewu

Adapun lakon yang tampil dalam memainkan di sandiwara panggung yakni : Djauharudin, Annisa Rinjani, Bunga Wibi Punta Pramodhawardhani, Beny Ashar, Bazar Al Walid, Eddy Susanto, Indah Sholfiana.

TRENDING :  Inilah Hutan Kota Favorit di Kabupaten Kudus

Dalam Pagelaran tersebut, Komunitas Seni Samar Eddy Susanto mengatakan, pementasan yang digawangi oleh berbagai elemen masyarakat tersebut bertujuan untuk menyadarkan pola pikir manusia. Terutama perilaku-perilaku yang hanya mengambil apa yang ada di alam, tapi tidak turut merawatnya.

“Inilah yang akan kami tekankan. Manusia tak hanya mengambil saja, namun juga mampu merawatnya,” katanya.

Selain itu, Rananggana juga mengisahkan secara tersirat tentang keseimbangan hawa dan nafsu manusia. Dalam filsuf jawa, kata Eddy, ada istilah sedulur papat dan lima pancer, empat hawa nafsu dan satu manusia itu sendiri.

TRENDING :  Kiprah Mbah Surgidjati Murid Sunan Gunung Jati di Kudus

“Empat hawa nafsu ini harus tetap dijaga agar seimbang, hendaknya kita hidup dengan keseimbangan. Kita harus sadar bahwa kita adalah bagian dari lingkungan masyarakat, yang tentu saja harus saling menjaga kerukunan dan kebersamaan,” terangnya. (ACF/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :