Selain Bergaya Khas Jawa-Belanda, ini Sederet Keunikan Masjid Kalugawen di Kudus

oleh -506 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Masjid Kalugawen terletak di Dukuh Kalugawen, Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kudus.  Konon, Masjid yang dibangun pada tahun 1929 itu juga menjadi saksi bisu penjajahan kolonial Belanda di Kudus.

“Dari cerita leluhur, masjid ini dibangun pada masa kejayaan rokok kretek. Seperti diketahui, puncak kejayaan rokok kretek sekitar tahun 1920 – 1930-an. Masjid ini dibangun sekitar tahun itu,” ujar Olik, Pengurus Masjid Kalugawen, Minggu (19/9/2021).

Pada zamannya, masjid ini termasuk salah satu masjid terindah dengan gaya khas Jawa-Belanda. Hal ini terlihat dari pilar, atap, motif bangunan hingga keramik masjid tersebut.

Nuansa khas Belanda-Jawa masjid ini sudah terasa sejak menginjakkan kaki di pintu masuk. Dari lengkungan pilar dan desain pintu masjid mencerminkan gaya bangunan Kolonial Belanda.

“Masjid ini memiliki empat pilar utama dengan atap berbentuk Joglo. Ini menunjukkan unsur budaya Jawa. Atap Joglo merupakan khas dari rumah adat Kudus, yang kemudian diadopsi menjadi atap masjid ini,” jelasnya.

“Lantainya menggunakan ubin motif tekel kunci. Lalu dindingnya dihiasi dengan keramik bermotif Belanda. Disini, akulturasi budaya Hindia – Jawa masjid ini terasa,” imbuhnya.

Secara rinci, Olik mengungkapkan lantai motif tekel kunci banyak digunakan pada rumah-rumah warga Kudus tempo dulu. Sementara keramik di dinding masjid, diduga merupakan produk import.

Hal ini nampak dari corak gambar yang bergaya Eropa. Seperti corak bunga amarilis dan burung kakak tua bersandar di dahan yang merupakan motif khas Belanda.

“Ini adalah motif-motif eropa yang diadopsi dan digunakan untuk mengindahkan masjid. Ini juga menjadi bukti jika masjid ini berdiri di era kolonial,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Desa Janggalan, Noor Aziz menjelaskan jika daerahny aasih banyak bangunan kuno bersejarah. Hingga sekaranag masih lestari dan bisa disaksikan.

Nantinya, kat Aziz, akan dijadikan sebagai objek wisata heritage Kudus tempo dulu.

“Di sini kita punya, rumah kuno peninggalan Belanda, rumah Joglo Pencu dan Masjid Kalugawen. Ini nanti akan kami jadi kan wisata haritage yang terintegrasi,” ujarnya.

Aziz berencana pada tahun 2022 wisata haritage ini sudah berjalan dan dinikmati warga.

Oleh sebab itu, pada anggaran perubahan 2021 ini pihaknya akan melakukan penataan wisata di sekitar bangunan-bangunan kuno ini.  (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :