Selain Fogging, Mahasiswa UMKU Ajak Warga Kerja Bakti Berantas Sarang Nyamuk

oleh -1,442 kali dibaca
FOGGING KE RUMAH WARGA : Mahasiswa program studi profesi Ners fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) saat bersama Kepdes Getas Pejaten Kusnadi (membawa alat fogging). (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Sebanyak 66 mahasiswa program studi profesi Ners fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) dari kelas RSUD dr Loekmonohadi Kudus mengadakan Praktik Profesi Ners Stase Komunitas melalui pengabdian kepada masyarakat di RT 6 dan 7 RW 4, Desa Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus, Minggu (28/11/2021).

Kegiatan yang mengambil tema “Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat Bersama UMKU” itu bekerja sama dengan Puskesmas Ngembal Kulon dan Pemdes Getas Pejaten.

Seremonial sebelum dilaksanakannya fogging dan kerja bakti berantas sarang nyamuk. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Prasetyo Kurniawan, Koordinator Praktik Profesi Ners Stase Komunitas, mengatakan kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi kerja bakti Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Fogging. Selain itu, pengabdian masyarakat di bidang kesehatan dan edukasi soal penyakit.

“Acara hari ini merupakan kegiatan akhir pengabdian masyarakat, dimana kami sebelum menyelesaikan jenjang Ners adaproses yang harus dilalui, termasuk terjun langsung ke masyarakat untuk mengabdi selama kurang lebih 1 bulan, dan ini merupakan hari terakhir,” terangnya.

Acara yang dimeriahkan dengan undian doorprize itu dihadiri Camat Jati, Andreas Wahyu, Kepdes Getas Pejaten Kusnadi, Kepala Puskesmas Ngembal Kamal Agus Efendi dan perwakilan bank sampah setempat.

Pihaknya mempunyai sasaran untuk mengajak warga sama-sama kerja bakti memberantas sarang nyamuk, membuang genangan-genangan dan pengasapan dengan alat fogging milik pemdes Getas Pejaten.

“Harapannya dengan  kehadiran kami bisa memberikan sumbangsih meskipun sedikit, Meskipun kita disini hanya sebulan saja, namun seyogyanya meninggalkan jejak yang baik, melalui pemberian edukasi tentang kesehatan dalam hal ini demam berdarah,” tuturnya.

Warga saat mempraktekkan cuci tangan 5M. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Selain itu, pihaknya juga mengedukasi cara cuci tangan protokol kesehatan 5M (Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas).

Kemudian, tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD dengan Metode 5M (Menguras, Menaburkan, Mengganti, Menutup, dan Menimbun).

Kepala Puskesmas Ngembal Kulon, Kamal Agus Efendi saat memeriksa ada tidaknya jentik nyamuk di penampungan air milik warga. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Sementara Kepala Puskesmas Ngembal Kulon, Kamal Agus Efendi menyebutkan jika kegiatan tersebut sangat bagus sekali, karena bisa memahamkan warga setempat terkait bagaimana memberantas nyamuk selain fogging, “Fogging mematikan nyamuk dewasa, sedangkan memberantas sarangnya jauh lebih efektif. Jadi disini kita memahamkan masyarakat jika 5M pemberantasan DBD itu sangat tepat,” ujarnya.

Dipilihnya Getas Pejaten, karena daerah tersebut merupakan endemis DB, “Karena kasus tinggi endemis, selama setahun ini ada 10, di beberapa wilayah, namun yang tertinggi di RT 6 dan 7 RW 4,” jelasnya.

Ada 6 Desa yang dipantau Puskesmas Ngembal Kulon terkait DB, yakni Getas pejaten, Ngembal kulon, Tumpang krasak, Megawon, Loram wetan dan Jepangpakis.

“6 desa tersebut, total ada 40 kasus, yang tertinggi Desa Getas pejaten, Alhamdulillah tidak ada kasus meninggal akibat demam berdarah,” tandasnya.

Sambutan Camat Jati, Andreas Wahyu. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Sementara Camat Jati, Andreas Wahyu dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan tersebut, diantaranya telah berkegiatan bersama mengadakan penyuluhan dan sosialisasi, utamanya dalam rangka prokes covid-19 cuci tangan uang bersih.

“Saya ucapkan terima kasih atas adanya program dari UMKU,” ucapnya.

Terkait vaksinasi supaya herd immunity, Camat Jati itu juga memberikan pemahaman tentang vaksinasi, Ia mengajak warga untuk mau di vaksin, utamanya untuk lansia, “Untuk akselerasi percepatan vaksinasi lansia di Kudus yang masih rendah, ayo vaksin supaya kekebalan kelompok bisa terbangun,” pesannya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :