Semangat Hari Pahlawan, Semangat Kudus Berinovasi

oleh -1,050 kali dibaca

KUDUS-Hari Pahlawan Ke-71 tahun 2016 ini diperingati secara khidmat dengan upacara di alun-alun simpang tujuh, Kudus, Kamis (10/11). Bupati Kudus H. Musthofa bertindak selaku inspektur upacara untuk memperingati jasa-jasa para pahlawan kemerdekaan.

Di hadapan ratusan peserta upacara yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, Bupati menggugah semangat untuk meneladani jiwa-jiwa pahlawan. Mental dan karakter kepahlawanan disampaikannya pada para pramuka, pelajar, pegawai, mahasiswa, TNI dan Polri, serta ormas dan tamu undangan dari forkopinda, DPRD, serta pejabat dan organisasi perempuan yang hadir pagi itu.

”Peristiwa 10 November 1945, memberi kita pelajaran moral bahwa warisan terbaik para pahlawan bangsa bukanlah ’politik ketakutan’, melainkan ’politik harapan’,” pesan Bupati membacakan sambutan Menteri Sosial.

Pesan ini mengandung arti bahwa seberat apapun tantangan yang dihadapi dan dengan keterbatasan yang ada, tidak akan menyurutkan semangat perjuangan. Pengalaman merebut dan mempertahankan kemerdekaan juga menunjukkan betapa spirit perjuangan dan mental – karakter kepahlawanan memiliki daya hidup yang luar biasa dalam menghadapi berbagai rintangan dan penderitaan.

Lebih lanjut bupati menyampaikan bahwa Semangat Kepahlawanan adalah semangat persatuan, persatuan yang bulat-mutlak tanpa mengecualikan sesuatu golongan dan lapisan. Semangat Kepahlawanan adalah semangat membentuk dan membangun negara secara utuh.

Dalam rangka mencapai perikehidupan kebangsaan yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, tidak cukup hanya dengan patritisme defensif. Tetapi patriotisme progresif dengan mengembangkan ketahanan bangsa untuk bisa mandiri dalam ekonomi, berdaulat dalam bidang politik, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Untuk melanjutkan perjuangan pahlawan dengan membangun bangsa, pemerintah merumuskan sembilan agenda prioritas NAWA CITA. Kesembilan agenda prioritas itu bisa dikategorisasikan ke dalam tiga ranah. Yaitu ranah mental-kultural, ranah material (ekonomi), dan ranah politik.

”Pada ketiga ranah tersebut, pemerintah saat ini berusaha melakukan berbagai perubahan secara aksereratif, berlandaskan prinsip-prinsip Pancasila dan UUD 1945,” lanjutnya.

Seusai pelaksanaan upacara, Bupati memberikan tali asih pada para pejuang/keluarga pejuang. Sedangkan untuk merealisasikan pembangunan sesuai cita-cita pahlawan, bupati me-launching aplikasi e-Paten dan tower high mass untuk wifi dan LPJU. Inovasi ini gagasan Asisten Pemerintahan Sekda Agus Budi Satriyo dan Kepala BPESDM Samani Intakhoris sebagai proper pada diklat Pimpinan Tingkat II.

”Di dunia ini tidak ada yang abadi kecuali perubahan, maka jadilah agen perubahan dengan berinovasi,” pesan Bupati.

Bupati memberikan apresiasi atas dua inovasi ini. untuk e-Paten akan mempermudah layanan dan menyingkat waktu sehingga masyarakat semakin terlayani dengan baik. Sehingga akan memangkas jalur birokrasi agar lebih sederhana dan mudah.

”Sedangkan adanya wifi ini untuk mempermudah dan menyediakan akses internet untuk masyarakat. Tentunya ini sebagai support konsep Kudus cyber city,” jelasnya.

Kemudahan layanan terus dikembangkan di Kudus. Termasuk adanya aplikasi android ‘menara’ yang akan segera di-launching, bupati ingin memberikan jembatan komunikasi yang mudah dengan masyarakat secara online. Masyarakat bisa memberikan penilaian kinerja pemerintah dari keluhan atau usulan berbagai layanan publik.(rg/adv.)

KOMENTAR SEDULUR ISK :