Sembilan Kecamatan Bersaing di MAPSI Kudus, 306 Peserta Berebut Tiket ke Provinsi

oleh -59 Dilihat
Peserta menunjukkan kemampuan di bidang teknologi informasi melalui cabang lomba TIK Informatika Islami pada MAPSI tingkat Kabupaten Kudus 2026. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Sebanyak 306 peserta dari sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus bersaing dalam lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) tingkat SD ke-27 tahun 2026. Melalui kompetisi yang mempertandingkan 13 cabang lomba ini, panitia berupaya menjaring peserta terbaik untuk mewakili Kabupaten Kudus pada ajang tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan yang diselenggarakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kabupaten Kudus tersebut dibuka pada Rabu (14/10/2026) di Gedung Multifungsi GOR Kudus. Adapun tempat lomba berada di SD 1 dan SD 3 Wergu Wetan, serta aula Disbudpar Kudus.

Ketua KKG PAI Kabupaten Kudus, Purwo H. Kusumo, mengatakan setiap kecamatan mengirimkan perwakilan untuk mengikuti berbagai cabang perlombaan. Para peserta akan menunjukkan kemampuan di bidang pendidikan agama Islam maupun seni Islami untuk memperebutkan posisi terbaik.

“Untuk tahun ini ada 306 peserta dengan 13 cabang lomba. Harapannya, melalui kompetisi ini bisa terpilih peserta terbaik yang nantinya mewakili Kabupaten Kudus di tingkat provinsi,” ujarnya saat diwawancarai seusai pembukaan kegiatan.

Adapun 13 cabang lomba MAPSI SD meliputi Tilawatil Qur’an, azan dan ikamah, Hifdzil Qur’an atau hafalan Al-Qur’an, cerita Islami, khitobah atau pidato Islami, praktik wudu dan salat, TIK Informatika Islami, pengetahuan Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ), seni kaligrafi Al-Qur’an, Khat Al-Qur’an, seni macapat Islami, duet lagu religi, serta musik rebana.

Beragam cabang tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk menunjukkan kemampuan dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an, memahami ajaran agama, mempraktikkan ibadah, hingga mengembangkan kreativitas melalui seni Islami.

Untuk menjaga kualitas kompetisi, panitia melibatkan dewan juri profesional, termasuk dari luar Kabupaten Kudus. Sejumlah juri didatangkan dari daerah lain, di antaranya Jepara, Demak, dan Pati.

Menurut Purwo, keterlibatan juri dari luar daerah menjadi salah satu upaya untuk menjaga objektivitas penilaian dan meminimalkan potensi kesalahpahaman selama perlombaan berlangsung.

Panitia juga memastikan penilaian mengacu pada petunjuk teknis (juknis) masing-masing cabang lomba. Hal tersebut menjadi perhatian karena ketentuan perlombaan dapat mengalami perubahan dari tahun sebelumnya.

“Kami terus melakukan pemantauan. Jika ada perubahan ketentuan, informasi langsung disampaikan kepada peserta agar mereka bisa menyesuaikan dengan juknis yang berlaku,” jelasnya.

Selain melibatkan lebih banyak juri dari luar daerah, penyelenggaraan MAPSI tahun ini juga menerapkan perubahan mekanisme pengumuman hasil lomba. Jika pada tahun sebelumnya hasil diumumkan saat penutupan, kali ini pengumuman dilakukan langsung di lokasi masing-masing cabang. Sementara penyerahan piala tetap dilaksanakan di lokasi penutupan kegiatan.

Dari sisi target prestasi, Purwo berharap Kabupaten Kudus mampu memperoleh hasil lebih baik dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Pada tahun lalu, Kudus berhasil meraih juara tiga pada cabang kaligrafi putri serta prestasi pada cabang PAI.

“Kami menargetkan minimal lima juara. Persaingan di tingkat provinsi memang cukup ketat, tetapi kami akan terus berupaya agar peserta yang terpilih bisa memberikan hasil maksimal dan mengharumkan nama Kabupaten Kudus,” katanya.

MAPSI tingkat Provinsi Jawa Tengah dijadwalkan berlangsung pada 12–14 November 2026 di Kabupaten Purworejo. Para peserta yang terpilih sebagai wakil Kudus diharapkan memiliki kemampuan dan kesiapan untuk menghadapi persaingan dengan kontingen dari kabupaten dan kota lainnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, mengatakan MAPSI merupakan salah satu sarana untuk mengembangkan potensi siswa sekaligus memperkuat pendidikan karakter sejak usia sekolah dasar.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga menjadi upaya membekali anak-anak dengan nilai-nilai agama di tengah perkembangan teknologi digital.

“Di tengah perkembangan zaman dan semakin banyaknya pengaruh dunia digital, kami berharap anak-anak memiliki karakter yang baik. Pendidikan agama menjadi salah satu filter untuk membentuk budi pekerti,” ungkapnya.

Anggun menjelaskan, proses penjaringan peserta yang dimulai dari tingkat kecamatan bertujuan menemukan siswa dengan bakat dan kemampuan menonjol. Mereka kemudian berkompetisi di tingkat kabupaten untuk menentukan wakil Kudus yang akan melanjutkan perjuangan di tingkat provinsi.

Ia menegaskan, guru memiliki peran penting dalam membantu siswa mengenali potensi diri, memberikan pendampingan, serta mendorong mereka agar terus mengembangkan kemampuan.

Senada, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus, Shony Wardana, menyampaikan bahwa MAPSI ke-27 memiliki sejumlah tujuan, di antaranya membangun sportivitas, menyiarkan nilai-nilai Islam melalui berbagai perlombaan, serta membentuk generasi yang berakhlakul karimah.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti perlombaan dengan percaya diri, menjunjung tinggi sportivitas, dan menghormati hasil penilaian dewan juri.

“Bagi yang menjadi juara, persiapkan diri untuk berkompetisi di tingkat provinsi. Sementara yang belum berhasil, jangan berkecil hati karena masih ada kesempatan pada tahun berikutnya. Tetap semangat,” pesannya.

Melalui MAPSI, Kabupaten Kudus diharapkan mampu menjaring siswa-siswa berpotensi untuk berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi sekaligus melahirkan generasi yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki pemahaman agama yang kuat. (AS/YM)