Sempat Kehilangan Gim Pertama, Nawaf/Indah Bangkit Tundukkan Pasangan China

oleh -62 Dilihat

KUDUS, ISKNEWS.COM – Ganda campuran Indonesia, M. Nawaf Khoiriyansyah/Indah Cahya Sari Jamil, menunjukkan mental bertanding yang kuat setelah bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan pasangan China, Shen Xuan Yao/Zhang Jia Han, pada babak 32 besar (R32) Polytron Kudus Indonesia Masters 2026, Rabu (21/10/2026).

Pasangan unggulan kedelapan tersebut harus mengawali pertandingan dengan kehilangan gim pertama setelah kalah 18-21. Namun, Nawaf/Indah mampu memperbaiki permainan pada dua gim berikutnya dan memastikan kemenangan dengan skor 21-17, 21-18.

Pertandingan berlangsung ketat, terutama pada momen-momen krusial. Setelah kehilangan gim pembuka, pasangan Indonesia berusaha meningkatkan tempo permainan dan memperkuat pertahanan untuk meredam serangan lawan.

Indah Cahya Sari Jamil mengakui, sejumlah kesalahan sendiri menjadi penyebab mereka kehilangan gim pertama. Padahal, dirinya bersama Nawaf sempat berada dalam posisi unggul sebelum akhirnya tersusul oleh pasangan China tersebut.

“Mungkin di gim pertama banyak bola yang harusnya di-safe saja malah banyak mati-mati sendiri. Harusnya lebih fokus jaga poin, karena sudah sempat unggul malah tersusul,” ujar Indah.

Ganda campuran Indonesia, M. Nawaf Khoiriyansyah/Indah Cahya Sari Jamil. (Foto: Istimewa)

Terkait penyesuaian lapangan, Indah mengaku tidak mengalami kendala berarti. Ia sudah melakukan tes lapangan sebelumnya dan cukup mengenal kondisi arena pertandingan karena pernah berlatih di tempat tersebut saat masih berada di PB Djarum.

“Untuk penyesuaian lapangan tidak ada masalah. Sebelumnya sudah tes lapangan juga dan ini tempat latihan saya dulu saat di Djarum, jadi tidak jauh berbeda,” jelasnya.

Indah juga menilai kondisi pertandingan kali ini memberikan keuntungan tersendiri dibandingkan pertemuan sebelumnya. Menurutnya, pada laga terdahulu mereka kesulitan mengembalikan smash lawan, sedangkan kali ini serangan pasangan China masih bisa diantisipasi dengan lebih baik.

“Di pertemuan sebelumnya karena perbedaan hawa pertandingan, kalau sebelumnya kami sulit mengembalikan smash lawan dan kalau di sini kami masih enak untuk mengembalikan serangannya,” ungkapnya.

Sebagai pasangan yang relatif baru, Indah mengakui masih diperlukan komunikasi dan penyesuaian untuk menyatukan pola permainan. Ia juga berusaha mengambil peran lebih aktif dalam memberikan arahan kepada Nawaf yang merupakan pemain lebih junior darinya.

“Kami kalau di luar lapangan memang sering bercanda juga, tetapi Nawaf kan junior saya, jadi saya harus lebih banyak memberi tahu dan lebih aktif. Kami juga mencari jalan keluar bagaimana maunya saya dan bagaimana maunya Nawaf, selama Nawaf mau mendengarkan saya,” katanya.

Indah menambahkan, lawan yang mereka hadapi memiliki karakter permainan yang tidak jauh berbeda dengan pasangan yang ditemui pada Malaysia Super 100 sebelumnya. Meski mengakui persaingan cukup berat, ia menilai status sebagai pasangan baru juga memberikan keuntungan karena lawan belum sepenuhnya memahami pola permainan mereka.

“Lumayan berat, namun kami pasangan baru, jadi keunggulan kami mereka belum tahu pola main kami,” tambahnya.

Sementara itu, M. Nawaf Khoiriyansyah menjelaskan, perubahan tempo menjadi salah satu kunci kebangkitan mereka setelah kalah pada gim pertama. Pada gim kedua, keduanya berusaha bermain lebih cepat sekaligus menjaga fokus pada poin-poin penting.

“Gim kedua kami mencoba untuk mempercepat tempo. Di gim pertama sudah benar temponya, namun di poin akhir hilang fokus karena lawan servis satu-duanya bagus,” jelas Nawaf.

Memasuki gim ketiga, Nawaf/Indah berusaha mengantisipasi pola servis dan bola kedua lawan. Mereka memilih lebih sabar dalam bertahan serta mencari peluang untuk membangun serangan sebelum akhirnya mengunci kemenangan 21-18.

“Jadi di gim ketiga mencoba melewati bola satu-duanya mereka dan mencoba main defense. Di gim ketiga kurang lebih sama seperti gim kedua,” lanjutnya.

Nawaf juga mengaku banyak belajar dari Indah yang lebih senior. Menurutnya, pengalaman sang pasangan membantunya mengenali kekurangan dalam permainan sehingga bisa melakukan perbaikan dengan lebih terarah.

“Secara pola main sudah masuk, apalagi Kak Indah lebih senior. Saya banyak belajar. Yang saya tidak tahu kurangnya bagaimana, Kak Indah bisa lebih jeli melihatnya, jadi lebih enak buat saya saat menambah apa yang menjadi kekurangan saya,” pungkas Nawaf.

Kemenangan tersebut menjadi modal positif bagi Nawaf/Indah untuk melanjutkan perjalanan di Polytron Kudus Indonesia Masters 2026. Selain meningkatkan konsistensi permainan, komunikasi dan kemampuan menjaga fokus pada poin-poin krusial akan menjadi faktor penting bagi pasangan unggulan kedelapan itu dalam menghadapi pertandingan berikutnya. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.