Sempat Stroke, Basyir Penjual Pentol Akui Jual Ayam dan Motor untuk Penuhi Kebutuhan

oleh -975 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Kisah pilu datang dari seorang penjual pentol di Kabupaten Kudus, yang berjualan di wana wisata Pijar Park yang berada di Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Sudah sekitar dua bulan lamanya tempat wisata tersebut dipaksa untuk berhenti beroperasi sementara waktu.

Basyir nampak memasang bendera putih di gerobak jualannya (foto : yy)

Diketahui, penutupan tersebut disebabkan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diperpanjang terus menerus. Hal ini dilakukan demi memutus penyebaran virus Covid-19 di wilayah Kota Kretek.

Penutupan tersebut mengakibatkan, Basyir(60) penjual pentol di food court Pijar Park, menjual ayam dan motor demi memenuhi kebutuhan sehari-harinya bersama dua anak dan seorang istri.

“Selama dua bulan tutup, alhamdulilah saya jual apa aja yang ada di rumah. Nggak ada penghasilan sama sekali, selama tidak jualan ya apa saja yang ada di rumah saya jual. Kadang motor saya jual, ayam saya jual. Anak istri saya makan apa kalau saya nggak jualan,” kata Basyir, Selasa (27/7/2021).

Lanjut Basyir, selama tidak berjualan, ia juga mengalami stroke di bagian tangan. Meski tengah sakit, Basyir berkali kali meminta bantuan kepada pengelola Pijar Park, agar bisa diizinkan kembali berjualan.

Namun, saat berjualan hanya sedikit pengunjung yang datang. Itu pun terkadang ada sidak dari Satpol PP Kudus, membuatnya khawatir jika terus berjualan.

Ia mengaku selama jualan, ia merasa terkatung-katung. Tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa menuruti apa yang diperintahkan pemerintah.

“Yang namanya rakyat kecil kalau tidak boleh ya sudah. Kalau tak tantang ya saya salah. Makanya disuruh tutup ya tutup. Jadi tidak bisa saya untuk jualan tenang,” jelasnya.

Oleh sebab itu, ia pun memasang bendera putih di depan lapak jualannya. Menandakan bahwa ia sudah menyerah dengan keputusan pemerintah.

Sementara itu, Pengelola Pijar Park, Yusuf berharap, Pemkab Kudus bisa mengizinkan tempat wisata untuk buka. Pihaknya akan memastikan protokol kesehatan ketat dilakukan.

“Kami berharap sekali kepada Pemkab Kudus. Jika PPKM diperpanjang terus-menerus, kita bisa mati pelan-pelan. Pemkab Kudus bisa melihat kita di bawah ini yang sudah kelimpungan, besok mau jual apa lagi, kita sudah bingung,” katanya.

Yusuf juga tak berbeda dengan Basyir, ia telah menjual aset pribadinya. Yakni satu buah mobil dan satu buah motor untuk keberlangsungan Pijar Park.

“Makanya kalau bisa pemerintah Kudus bisa membantu kami. Memberikan solusi pada kami. Kami ini menangis di dalam hati menaati peraturan pemerintah, tapi tidak ada solusi,” ungkapnya. (YY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :