Sepanjang 2025, Pemkab Kudus Bangun 69 Titik Drainase Baru

oleh -331 Dilihat
Foto : ISKNEWS.COM

Kudus, isknews.com – Pemerintah Kabupaten Kudus sepanjang tahun 2025 membangun 69 titik drainase baru sebagai upaya memperkuat sistem pengendalian banjir dan genangan air di sejumlah wilayah. Dari puluhan titik tersebut, tiga paket pekerjaan difokuskan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman yang selama ini kerap terdampak genangan saat hujan deras.

Pembangunan drainase baru tersebut dilaksanakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus dengan total 36 paket pekerjaan yang dianggarkan melalui APBD murni dan 33 paket pekerjaan melalui APBD Perubahan. Hingga Rabu (24/12/2025), capaian pekerjaan secara keseluruhan telah mencapai 98 persen.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Dinas PUPR Kudus, Nanang Wahyu P, menyampaikan bahwa khusus di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman terdapat tiga paket pekerjaan drainase baru. Dari total panjang saluran drainase yang direncanakan sepanjang 3,4 kilometer, saat ini baru tertangani sepanjang 1,099 kilometer.

Segmen pertama berada di Desa Dersalam, Kecamatan Bae, dengan panjang 624 meter. Saluran ini berfungsi untuk mereduksi genangan banjir di badan jalan dengan mengalirkan air hujan ke Sungai Tumpang. Sementara itu, segmen kedua dan ketiga berada di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, masing-masing sepanjang 162 meter dan 313 meter, disertai penambahan trotoar sepanjang 104 meter.

Menurut Nanang, pembangunan drainase di wilayah Ngembalrejo tidak hanya bertujuan mengatasi genangan di jalan utama, tetapi juga menyelesaikan persoalan banjir yang sebelumnya merendam sebagian kawasan permukiman warga. Saat ini, ketiga paket pekerjaan tersebut tinggal tahap finishing.

“Pekerjaan di Jalan Jenderal Sudirman sudah hampir selesai dan siap difungsikan saat musim hujan,” ujarnya.

Nanang menambahkan, pembangunan drainase baru di Jalan Jenderal Sudirman didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dengan total anggaran sebesar Rp 4,987 miliar. Seluruh pekerjaan dimulai sejak 29 Oktober 2025 dan ditargetkan rampung paling lambat 27 Desember 2025, sehingga diharapkan segera memberikan dampak nyata dalam mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :