Sidang Kasus Anggota BIN Gadungan, Terdakwa JEH Bacakan Pledoi Pembelaan

oleh -1,155 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Sidang terkait kasus Penipuan oleh  seorang pria yang mengaku sebagai Anggota Badan Intelijen Negara (BIN) dan anggota Kopassus Gadungan dengan terdakwa atas nama JEH alias Ir. Jep yang beralamat di kompleks Sekneg. RI Blok C Nmr 17 RT. 01 RW. 06 Kelurahan Grogol Selatan Kecamatan Kebayoran lama Jakarta Selatan, siang tadi dilangsungkan pada sekitar pukul 12.30 d ruang Cakra Pengadilan Negri Kudus, Rabu (15/6).

Sidang yang  berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut merupakan sidang Lanjutan dengan agenda pembelaan/pledoi terdakwa terhadap pembacaan tuntutan tanggal 08 Juni 2016, Sidang dipimpin oleh Wijawiyata, SH sebagai Hakim ketua dengan Hakim  Anggota masing-masing Muh. Nur azizi, SH, Maria Rina Sulistiawati SH M.Hum, sementara Panitera Pengganti adalah Eko Sri Puji SH sedangkan Jaksa Penuntut Umum, Eko Yulianto SH.

Agenda dalam sidang adalah pembacaan Pembelaan/pledoi terdakwa, isi pembelaan/pledoi yang dibacakan sendiri oleh terdakwa diantaranya, terdakwa memohon dipertimbangkan lagi oleh Yang Mulia Majelis Hakim agar hukuman diringankan, “Apa yg diceritakan oleh para saksi memang benar tapi tidak seluruhnya sesuai dengan apa yang terjadi terhadap apa yang saya lakukan sehingga saya memohon Yang Mulia Majelis Hakim dapat mempertimbangkan hukuman agar lebih diringankan” kata terdakwa.

Selanjutnya terdakwa menjelaskan, “Barang bukti yang telah sampai di persidangan memang saya akui semua sesuai dengan ketika saya ditangkap dan softgun serta sangkur yang ada sebagai alat bantu saya menjaga diri ketika melakukan perjalanan jauh karena pernah suatu ketika saya diancam oleh orang. Kebiasaan bepergian jauh membuat saya tidak sengaja bertemu dengan saudari Ayu di gereja dan tertarik kemudian saya mengenal kepada orang tua, ternyata ayu sudah punya hubungan sehingga saya marah dimana sofgun saya gunakan mengancam saudara Erik (Saksi) ketika saya sedang emosi namun hal itu saya lakukan bukan untuk melukainya” jelas terdakwa.

Ditambahkannya, “Ini merupakan balasan atas dosa yang saya lakukan pada istri dan keluarga saya sehingga mereka tidak mau menemui saya dan saya menjadi sebatang kara serta saya mohon maaf atas kesalahan saya pada keluarga dan saya akan menerima apa yang mereka akan lakukan terhadap saya dan jika saya telah selesai menjalani kasus ini maka saya akan melunasi hutang pada saudara Ayu apabila mobil yang akan dijadikan jaminan saya ikhlas untuk membayar hutang” kilahnya.

Diakhir pembacaan pledoi,  terdakwa memohon maaf kepada institusi TNI dan Kopassus atas pengakuan saya dan kepemilikan atribut TNI hal itu dikarenakan rasa kebanggaan diri saya terhadap TNI dan Kopassus dimana saat ini hanya aparat TNI yang di hormati oleh masyarakat. “Saya mohon maaf kepada semua pihak yang telah merasa dirugikan dalam kasus ini dan saya akan fokus dalam menjalani hidup baru setelah selesai sehingga dengan segala kerendahan hati kepada Yang Mulia Majelis Hakim agar menimbang kembali tuntutan yang diajukan oleh jaksa agar memberikan keringanan lagi terhadap hukuman yang akan saya terima”. Ujarnya.

Setelah pembacaan pembelaan/Pledoi terdakwa, kemudian di lanjutkan tanggapan Jaksa penuntut umum, dimana tanggapan Jaksa penuntut umum tetap pada pendirian semula agar terdakwa dituntut 4 bulan kurungan penjara. Sidang akan dilanjutkan kembali pada hari Rabu tanggal 22 Juni 2016 dengan agenda pembacaan keputusan penjatuhan hukuman. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :