Sigap Bencana, Pemerintah Kecamatan Mejobo Diacungi Jempol

oleh
Foto: Tim medis Puskesmas Jepang, memberikan pelayanan pengobatan gratis kepada warga Desa Temulus, Kecamatan Mejobo yang terdampak banjir. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Banjir bandang akibat jebolnya tanggul Sungai Piji yang berada di Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, Senin (05-02-2018) lalu, mengakibatkan enam desa atau separuh dari wilayah Kecamatan Mejobo terendam air bah.

Enam desa tersebut yakni Desa Hadiwarno, Jojo, Temulus, Mejobo, Golantepus dan Tenggeles. Banjir menggenangi beberapa jalan dan pemukiman warga setinggi 30 sentimeter hingga 1 meter. Kerusakan terparah terjadi di Desa Hadiwarno sekitar lokasi jebolnnya tanggul Sungai Piji.

Peristiwa itu membuat Pemerintah Kecamatan Mejobo, harus mengambil tindakan cepat melakukan penanganan. Camat Mejobo, Harso Widodo yang mendapatkan info pada Senin (05-02-2018) langsung turun ke lapangan, meninjau lokasi banjir.

Semalaman suntuk pria murah senyum itu tak memejamkan matanya, meskipun kantuk kadang menghampiri. Dari satu desa ke desa lainnya, Harso berkeliling melakukan pengecekan di seluruh wilayah Kecamatan Mejobo.

TRENDING :  Rakor Ekuinda Perhatikan Antisipasi Bencana

Hasilnya didapatkan enam desa di wilayahnya terdampak banjir. Desa Golantepus menjadi wilayah paling terdampak. 95 persen wilayah daerah tersebut, terendam banjir dengan ketinggian rata-rata 35 sentimeter.

“Pada Senin itu banjir paling banyak merendam wilayah Desa Golantepus, disusul Mejobo, dan Tenggeles. Sementara di Desa Hadiwarno hanya sebagian wilayah di Barat sungai yang terendam, hanya saja mengalami kerusakan paling parah akibat jebolnya tanggul,” kata Harso kepada isknews.com, Selasa (06-02-2018) lalu.

Harso menceritakan, air kiriman akibat banjir bandang di Desa Hadiwarno mulai menggenangi Jojo dan Desa Temulus sekira pukul 22.00 WIB. Puncaknya pada Selasa (06-02-2018) pagi, sekira pukul 04.00 WIB, ketinggian air di Desa Temulus mencapai 1 meter.

Tak hanya di Desa Temulus, di Desa Mejobo atau tepatnya di sepanjang jalan Pasar Brayung ke Barat hingga Perempatan Mejobo juga terjadi genangan setinggi hampir satu sepeda motor. Arus lalu lintas (Lalin) sempat terganggu akibat genangan itu, sebab jalan tersebut merupakan Jalur Alternatif Kudus.

TRENDING :  Ramai Peziarah Jelang Ramadhan, Berkah Bagi Penjual Bunga Tabur

Pemerintah Kecamatan Mejobo, bergerak cepat melakukan penanganan banjir. Diantaranya melakukan perbaikan sementara tanggul yang jebol di Desa Hadiwarno dengan menggunakan tanah urug. Sedikitnya lima truk tanah urug didatangkan untuk mengatasi sementara, agar sewaktu-waktu terjadi banjir tidak ada terjangan air dari sungai.

Warga sekitar dibantu beberpa elemen lainnya, bergotong royong memperbaiki tanggul jebol. Sore harinya, akhirnya tanggul selesai diperbaiki. Tak hanya itu, Pemerintah Kecamatan Mejobo juga mendirikan pengobatan gratis di dua desa, yakni Desa Jojo dan Temulus.

Alasannya karena lokasi rerdampak banjir di Desa Jojo dan Temulus jauh dari Puskesmas. Ditambah ketinggian air yang menggenangi tidak memungkinkan warga untuk berobat di Puskesmas terdekat. “Kami kerahkan tim dari Puskesmas Mejobo dan Puskesmas Jepang layani warga,” imbuhnya.

TRENDING :  Aset Provinsi, Warga Tak Boleh Secara Sepihak Tutup Saluran Air Irigasi Hadiwarno

Langkah sigap yang diambil Harso, mendapatkan pujian dari warga. Munzaeni, warga Desa Mejobo mengaku, salut atas kegigihan Pemerintah Mejobo. Menurutnya apa yang telah dilakukan Camat beserta jajarannya patut dicontoh daerah lain.

Sama halnya dengan Zaenal, warga Desa Hadiwarno yang memuji kesigapan penanganan banjir di wilayahnya. “Dari Senin malam Pak Camat berkeliling. Di Hadiwarno sampai malam dan pada Selasa pagi juga masih di Hadiwarno,” tutur Zaenal.

Warga Desa Hadiwarno lainnya, Naim, juga melontarkan pujian dan mengacungi jempol. Hanya saja dia berharap, agar tanggul di desanya segera diperbaiki. Sebab kondisinya dalam masih tidak menentu, mengingat curah hujan masih terjadi.

“Sudah tipis tanggulnya, bisa-bisa terjadi jebol lagi kalau tidak segera diperbaiki,” ujar Naim. (MK/AM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :