Silaturahmi dan Perkenalan Dandim Kudus Letkol Irwansyah Pada Warga Muhammadiyah Kudus

oleh
Komandan Kodim 0722 Kudus Letkol Arm Irwansyah, S.A.P saat bersilaturahmi dan berceramagh pada pengajian Ahad pagi Pemuda Muhammadiyah Kudus (Foto: ist)

Kudus, isknews.com – Pengajian Ahad Pagi adalah sebuah kegiatan rutin yang dimotori oleh para pemuda dari Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Kudus sejak belasan tahun lalu di Aula  Muhammadiyah Kudus.

Seringkali menghadirkan pembicara-pembicara dari level nasional hingga lokal, baik dari kalangan Muhammadiyah sendiri, maupun tokoh nasional bahkan pembicara dari kalangan Nahdhiyyin seperti Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Gus Mus dan politisi, birokrat, TNI dan Polri.

Pada pengajian Ahad pagi hari ini, PDPM Kudus menghadirkan Komandan Kodim 0722 Letkol Arm Irwansyah, S.A.P yang masih terhitung wajah baru bagi kalangan Muhammadiyah karena memang baru sekitar satu bulan menjabat sebagai orang nomor satu di Kodim Kudus, sehingga kesempatan tersebut sekaligus sebagai ajang perkenalan kepada warga Muhammadiyah yang hadir dalam pengajian tersebut.

TRENDING :  Angka Kasus Stunting Di Kudus 2020 Optimis Turun Dari 21,21 Menjadi 6,09 Persen

Dia berharap, kedatangannya di Kudus bisa di terima dengan baik, dapat bermanfaat, dan bisa melanjutkan tugas serta tanggung jawab sebagai Dandim.

”Kami mohon doa restu agar dapat menjalankan tugas dengan baik. Koordinasi dan kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat di Kudus termasuk juga dengan warga Muhammadiyah dapat berjalan dengan baik ke depannya,” ungkap Letkol Irwansyah, Minggu (29/09/2019).

TRENDING :  Para Pendamping Desa Kudus Bagikan Ribuan Masker di Pasar dan Perempatan Jalan protokol

Pada kesempatan tersebut mengajak warga Muhammadiyah untuk ikut serta saling menjaga keadulatan Negara Indonesia.

Menurutnya, sekarang Indonesia sudah masuk era globalisasi sehingga batas atas negara hapir tidak ada sekatnya, arus budaya luar masuk ke Indonesia sehingga etika ketimuran di Indonesia sudah agak sulit.

“Untuk itu kita perlu cara yaitu harus mencintai bangsa Indonesia sendiri  dan rasa patriotismen harus ditumbuhkan karena kemerdekaan Indonesia bukan hadiah bangsa lain tetapi atas perjuangan para penjuang kemerdekaan,” tuturnya.

Walau bangsa Indonesia sekarang aman tetapi kita harus tetap berwaspada di negara kita adalah acaman militer , ancaman non militer dan acaman hibrida atau merubah pola pikir. Macam – macam acaman  adalah acaman terorisme dan acaman bencana alam, bela negara adalah kewajiban semua, TNI adalah kompunen utama, masyarakat Indonesia adalah komponen cadangan yang diatur UU dan komponen pendukung.

TRENDING :  Jangan Lewatkan Gerhana Bulan Sebagian Melalui Nonton Bareng

“Ada lima komponen bela negara adalah Cinta tanah air, pahami sejarah, cinta budaya lokal, rela berkorban untuk bangsa dan negara, kemampuan awal bela Negara,” tandasnya.

Hadir pada pengajian tersebut adalah Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Dr. H. Achmad Hilal Madjdi, Ketua Pemuda Muhammadiyah .Jamaludin Kamal, tokoh tokoh Muhammadiyah, tokoh agama dan santri. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :