Simpang 7 Master usai, Ketua PSI Kudus : Kualitas Permainan Atlet-atlet cilik sudah Bagus

oleh -176 kali dibaca
Dok. PBSI Kudus

Sport, isknews.com – Turnamen bulutangkis Simpang Tujuh Master XI telah selesai, Kamis (31/3/2022). Ketua PBSI Kudus, Yuni Kartika menyebut pembinaan atlet bulutangkis di Kudus sudah merata.

Berkaca dari gelaran Simpang Tujuh Master XI ini menurut Yuni kualitas permainan atlet-atlet cilik sudah bagus. Pasalnya, menurut dia atlet yang naik podium tidak hanya didominasi oleh beberapa atlet yang itu-itu saja seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Siswa-siswa yang juara tidak hanya berasal dari klub PB Djarum saja. Melainkan ada beberapa anak yang berasal dari klub lain juga. Artinya pembinaan bulutangkis di Kudus sudah bagus,” katanya, Kamis (31/3/2022).

Yuni melanjutkan, dari segi teknik dan fisik untuk anak di tingkat SD dirasa sudah baik. Hanya, perlu terus dikembangkan.

“Sekarang saatnya diarahkan saja untuk lebih serius menekuni bulutangkis,” sambungnya.

Peraih Piala Uber 1994 itu tidak menampik mayoritas atlet yang naik podium merupakan atlet yang sudah bergabung di klub. Dia menilai atlet yang ikut klub memiliki porsi latihan yang lebih baik daripada yang berlatih mandiri.

“Ajang Simpang 7 Master ini sebagai pembinaan atlet bulutangkis. Di Kudus kan juga sudah ada 19 klub bulutangkis. Anak-anak tinggal difokuskan terus latihannya,” imbuhnya.

Setelah kejuaraan bulutangkis Simpang 7 Master ini PBSI Kudus masih memiliki beberapa agenda kejuaraan. Mulai dari Bitingan Master, Kretek Cup, Bupati Cup, dan Muria Cup.

Sementara itu, Ketua Panpel Simpang 7 Master yang juga sebagai Kabid Olahraga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kudus (Disdikpora) Kudus, Minan Muhammad mengapresiasi adanya kejuaraan ini. Menurutnya, adanya kejuaraan dapat mengasah kemampuan atlet.

“Kejuaraan selalu memiliki nuansa yang bagus. Sehingga atlet tidak hanya latihan dan latihan tetapi ada tempat untuk berkompetisi,” katanya, Kamis (31/3/2022).

Minan menambahkan, kejuaraan dapat memberikan gambaran riil beradu kebolehan. Mulai dari memahami kekuatan lawan, beradu strategi, dan menghadapi pressure lawan.

“Semoga ke depannya kejuaraan bulutangkis lainnya dapat terlaksana,” imbuhnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :