Sinergi dengan Polres Blora, Bea Cukai Kudus Berhasil Tindak Rumah Distributor Rokok Ilegal

oleh -49 kali dibaca

isknews.com – Dalam menjalankan tusinya, Bea Cukai Kudus selalu menjalin sinergi dengan aparat penegak hukum di seluruh wilayah kerjanya. Kali ini, untuk mengungkap peredaran rokok ilegal di Kabupaten Blora, Bea Cukai Kudus bekerja sama dengan Polres Blora.

Kepala KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus, Gatot Sugeng Wibowo mengatakan, Soliditas tim Bea Cukai Kudus dan Polres Blora akhirnya berhasil melakukan penindakan terhadap sebuah bangunan yang digunakan sebagai tempat untuk menimbun (menyimpan) dan mengedarkan Barang Kena Cukai (BKC) berupa rokok ilegal di Blora. Bangunan tersebut merupakan rumah tempat tinggal salah seorang warga di Desa Tambakromo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Operasi penindakan dilaksanakan setelah tim melakukan pemantauan dan memastikan keakuratan informasi tentang adanya bangunan yang diduga sebagai tempat penimbunan rokok ilegal untuk diedarkan. Siang hari, tim mendatangi bangunan dimaksud dan dari hasil pemeriksaan ditemukan beberapa karton BKC yang berisi rokok jenis SKM (Sigaret Kretek Mesin) yang telah dikemas siap edar tanpa dilekati pita cukai atau di masyarakat akrab disebut rokok polos. Adapun rincian rokok polos yang didapati disimpan di dalam rumah tersebut antara lain 81.400 batang SKM Merek “Z.A. Super”, 8.000 batang SKM Merek “DUKUN”, 10.800 batang SKM Merek “CPU Super”, 5.000 batang SKM Merek “Laris BROW”, dan 4.000 batang SKM Merek “NEW EXLUSIVE NIDJI”. Totalnya 109.200 batang rokok polos berbagai merek.

Disaksikan oleh Ketua RT setempat dan juga warga, pelaku M (31 tahun) mengakui perbuatannya mengedarkan dan menjual rokok ilegal. Untuk keperluan pengamanan dan pemeriksaan lebih lanjut, barang-barang hasil penindakan dibawa ke Kantor Bea Cukai Kudus dan pelaku dimintai keterangan.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan dua alat bukti yang cukup bahwa pelaku diduga melanggar UU Cukai Pasal 54 dan/atau Pasal 56 sehingga yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka. Guna memudahkan proses penyidikan, tersangka ditahan.

Operasi #GempurRokokIlegal terus digencarkan tidak hanya oleh Bea Cukai, melainkan bersinergi dengan seluruh aparat Pemerintah Daerah (Pemda). Rokok ilegal selain merugikan keuangan negara dari sisi penerimaan pada sektor cukai juga sangat membahayakan kesehatan masyarakat mengingat tidak adanya standardisasi kandungan tar dan nikotin melalui uji laboratorium pada rokok ilegal. Potensi dampak buruk kesehatan yang ditimbulkan rokok ilegal jauh lebih besar. Disamping itu, kerugian keuangan negara dari sektor penerimaan cukai akan berpengaruh terhadap Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) yang diterima oleh Pemda. Padahal berdasarkan PMK No. 7 Tahun 2020, minimal 50% DBH CHT yang diterima harus dialokasikan untuk bidang kesehatan. Ketika penerimaan DBH CHT turun, otomatis alokasi untuk anggaran kesehatan juga turun yang tentunya sangat merugikan masyarakat.

Barang Bukti berupa Rokok SKM sebanyak 109.200 batang, Total Perkiraan Nilai Barang  Rp 111.384.000,00 dan Total Potensi Kerugian Negara Rp 54.655.641,00. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :