Sinergikan Ulama Umara, Plt. Bupati Kudus Gandeng PCNU

oleh

KUDUS, ISKNEWS.COM – Mewujudkan Kudus sebagai kota religius merupakan salah satu visi pemerintah kabupaten. Sinergi antara ulama dan umara menjadi kunci terwujudnya hal tersebut. Hubungan komunikasi diantara keduanya pun terus dibangun. Salah satunya melalui dialog interaktif bertajuk Menguatkan Sinergitas Ulama Umara, Untuk Terwujudnya Kudus Religius, di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati, Jumat (02-082019).

Plt. Bupati Kudus H.M. Hartopo hadir sebagai pembicara utama dalam dialog tersebut. Hadir pula sebagai narasumber Ketua PCNU Kudus KH. Asyrofi Masyitho, Peneliti LAKPESDAM PBNU Fuad Bahari, Komisioner Bawaslu RI 2012-2017 Daniel Zuchron, Sekretaris Kajian Islam Nusantara Pasca Sarjana UNUSIA Jakarta Idris Mas’udi.

TRENDING :  Harga Sewa Rusunawa di Kabupaten Kudus

Sinergi positif perlu dibangun demi kebaikan bersama serta untuk mengukuhkan Kudus sebagai Kota Religius ( FOTO : ISTIMEWA )

H.M. Hartopo mengatakan bahwa Kabupaten Kudus telah terkenal sebagai Kota Religius. Karena menurut sejarah, Kudus mempunyai dua tokoh besar penyebar agama Islam, yaitu Sunan Kudus dan Sunan Muria. Dalam menyebarkan Islam, keduanya memakai pendekatan yang santun dan penuh toleransi. H.M. Hartopo mengajak para ulama dan masyarakat di Kudus untuk meneladani sifat tersebut.

“Keteladanan yang diberikan leluhur kita salah satunya kanjeng Sunan Kudus Raden Ja’far Sodiq, mengemban berbagai peran dan profesi. Selain menyebarkan agama, juga merupakan politisi dan tokoh masyarakat yang disegani. Keteladanan beliau dalam kearifan dan kebijakan untuk membina hubungan lintas agama dan etnis. Keteladanan yang luar biasa, kita patut meniru jejak beliau,” ujarnya.

TRENDING :  Bupati Tamzil, Gus Muwafiq, Habib Luthfi, Habib Bidin Hadiri Harlah Muslimat NU ke-73

Plt. Bupati Kudus H.M. Hartopo hadir sebagai pembicara utama dalam dialog tersebut ( FOTO : ISTIMEWA )

Plt Bupati mengapresiasi diselenggarakannya dialog interaktif oleh GP Ansor. Hal ini dinilai sebagai langkah positif dalam memelihara hubungan baik antara ulama dan umara. Pihaknya senantiasa membuka pintu komunikasi dengan PCNU, supaya hubungan tersebut tetap harmonis. “Kami mengajak bersinergi dengan NU. Kami sangat wellcome dan simpatik kepada warga NU yang selalu kompak. Khususnya kepada GP Ansor yang merupakan organisasi kepemudaan yang selalu kompak dimanapun berada,” katanya.

TRENDING :  Persiku Diminta Jangan Lengah

Asyrofi menambahkan bahwa saat ini memang dibutuhkan sinergi ulama dan umara. Sinergi positif perlu dibangun demi kebaikan bersama serta untuk mengukuhkan Kudus sebagai Kota Religius. “Dulu Kanjeng Nabi juga ulama sekaligus umara, kemudian Sunan kudus juga sama. Kanjeng Nabi menyadari bahwa kedepan ulama dan umara terpisah, maka sekarang harus ada sinergi dalam kebaikan,” tuturnya.

KOMENTAR SEDULUR ISK :