Siswa SD di Kudus ini Harus Jalani Pembelajaran Tatap Muka di Mushola, Kenapa?

oleh -1.646 kali dibaca
Akibat ruang kelas yang rusak, sejumlah siswa SD 4 Prambatan Kidul terpaksa belajar lesehan di mushola. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Pembelajaran tatap muka (PTM) telah digelar serentak di berbagai jenjang sekolah di Kudus, tak terkecuali di SD 4 Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Pada hari petama PTM, Senin (30/8/2021), terlihat sejumlah siswa di SD tersebut belajar di dalam mushola, sementara siswa di kelas yang lain ada yang menempati ruang serbaguna sekolah, hal itu dikarenakan atap kelas mereka roboh sejak beberapa bulan terakhir.

Kepala SD 4 Prambatan Kidul, Himawanto mengatakan bahwa pihaknya terpaksa melakukan itu dikarenakan ada dua ruang kelas dengan kondisi rusak tanpa atap. Sementara satu ruang lain atapnya nyaris ambrol.

“Karena ruangannya masih roboh dan menunggu pembenahan, Ya, terpaksa kami manfaatkan mushola dan ruang serbaguna untuk pembelajaran sementara,” paparnya.

Jumlah keseluruhan siswa di SD 4 Prambatan Kidul berjumlah 165 siswa. Teknisnya, lanjut Himawan, pihaknya membagi kelas menjadi 2 kelompok, pagi dan siang, Kelas 2 sampai kelas 6 masuk separo, pagi dan siang, sementara kelas 1 masuk full pagi karena jumlahnya memungkinkan untuk KBM.

“Ini dilakukan karena kondisi yang tidak memungkinkan, ini karena terpaksa mas,” ujarnya.

Himawanto menegaskan, jika pihaknya akan mempergunakan mushola dan ruang serbaguna hingga ketiga ruang yang kondisinya rusak sudah diperbaiki. Termasuk saat pelaksaaan penilaian tengah semester mendatang. “Kemungkinan semesteran nanti ya tetap seperti ini, kalau di musala lesehan, di ruang serbaguna pakai kursi. Pasti ada orang tua yang komplain, tapi kondisinya memang seperti ini,” tukasnya.

Sementara salah satu siswa kelas 3 yang belajar di Mushola, Muhammad Akbar Fahriza mengaku senang pada hari pertama kali ini bisa masuk sekolah, Ia beralasan karena bisa bertemu dengan teman-teman dan guru langsung.

Terkait belajarnya yang lesehan dan tidak ada meja, baginya tidak masalah, “Pakai meja atau tidak, tidak masalah, malahan enak di mushla karena adem,” ujarnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :