Kudus, isknews.com – Seorang siswa SMK berinisial M (15), korban pembacokan di wilayah Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, hingga kini masih menjalani perawatan intensif di ruang PICU-NICU RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Menyikapi kejadian tersebut, Bupati Kudus Sam’ani datang langsung menjenguk korban sekaligus meminta aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus kekerasan tersebut.
Dalam kunjungannya ke rumah sakit, Sam’ani menyampaikan kondisi korban mulai menunjukkan perkembangan positif setelah mendapat penanganan medis secara intensif. Meski demikian, ia menegaskan agar pelaku pembacokan segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Hari ini kami menjenguk korban pembacokan di wilayah Rejosari. Alhamdulillah kondisinya mulai membaik. Kami berharap jajaran Polres Kudus dapat bekerja cepat untuk menangkap para pelaku agar mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujarnya.
Ia mengaku prihatin atas terjadinya aksi kekerasan di kalangan pelajar yang melibatkan penggunaan senjata tajam. Menurutnya, Kudus yang dikenal sebagai kota santri dan kota religi tidak seharusnya diwarnai tindakan brutal seperti itu.
Sam’ani juga mengingatkan pentingnya peran orang tua maupun pihak sekolah dalam mengawasi aktivitas anak-anak, termasuk dalam penggunaan media sosial. Sebab, dugaan awal pemicu peristiwa tersebut berasal dari saling ejek di media sosial yang kemudian memicu emosi para pelaku.
“Kami juga akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Media sosial perlu menjadi perhatian bersama karena diduga menjadi pemicu awal persoalan ini,” katanya.
Ia berharap situasi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Kudus tetap terjaga. Menurutnya, karakter remaja saat ini cenderung mudah terpancing emosi sehingga diperlukan pengawasan dan pembinaan yang lebih serius.
Sebelumnya diberitakan, peristiwa pembacokan terhadap pelajar tersebut terjadi pada Jumat (8/5/2026) di Jalan Bareng–Colo, tepatnya di wilayah Desa Rejosari, Kecamatan Dawe. Korban diduga diserang oleh sekelompok orang tak dikenal yang datang menggunakan sepeda motor.
Dari informasi yang beredar, terdapat enam orang yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan tersebut. Selain M yang mengalami luka cukup serius, dua pelajar lainnya dilaporkan hanya menderita luka ringan.
Humas RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Mufid, membenarkan adanya pasien korban pembacokan yang masuk melalui instalasi gawat darurat (IGD) sekitar pukul 11.49 WIB. Korban mengalami luka bacok cukup parah di bagian punggung.
“Lukanya berada di area punggung hingga melebar ke bahu kiri dengan panjang kurang lebih 15 sentimeter. Korban juga kehilangan cukup banyak darah,” jelasnya.
Saat pertama kali tiba di rumah sakit, kondisi korban disebut mengalami penurunan kesadaran. Meski demikian, tim medis masih dapat berkomunikasi dengan korban sebelum akhirnya menjalani perawatan intensif.
“Sekarang kondisinya sudah lebih baik setelah mendapat penanganan medis,” tambah Mufid. (AS/YM)






