Siswi KKN Undip Ciptakan Olahan Pupuk Organik Dari Air Tajin

oleh -204 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Kuliah Kerja Nyata tim 1 2020/2021 Universitas Diponegoro Semarang mengusung tema ”Pemberdayaan Masyarakat di Tengah pandemi Covid-19 berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s). Covid-19 merupakan wabah virus yang tengah melanda Indonesia, virus ini menyerang system pernafasan dan menular melalui barang yang telah tercemar, adanya wabah ini mengharuskan pemerintah menerapkan pembatasan kegiatan baik pendidikan, perdagangan maupun kegiatan sosial lainnya.

Pembatasan kegiatan (Sosial Distancing) yang berlaku menyebabkan kegiatan pendidikan harus dilakkukan secara daring hal itu juga berlaku untuk kegiatan pengabdian masyarakat (KKN).

Kegiatan KKN dilaksanakan berdasarkan domisili mahasiswa dengan tetap mematuhi anjuran pemerintah untuk menjaga jarak. Meski dalam keterbatasan diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat untuk masyarakat ditengah masa pandemi covid-19.

Salah satu kegiatan KKN yang dilakukan oleh Tiara Annisa mahasiswi Ilmu Peternakan dibawah bimbingan Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM melakukan pengolahan limbah rumah tangga berupa limbah air cucian beras yang diolah menjadi pupuk organik cair (POCAN) yang berguna untuk menyuburkan tanaman. Kegiatan pembuatan pocan dilaksanakan di Desa Loram Wetan, Kamis (04/02)

Adapun alat dan bahan dalam pembuatan pocan yaitu air cucian beras, molasses dan EM4 pertanian. Cara pembuatan pocan yaitu 1lt air cucian beras ditambahkan 2sdm EM4 pertanian dan 1sdm molasses selanjutnya dilakukan penyimpanan selama 1 minggu dimana setiap hari pocan diaduk agar semua bahan tercampur. Setelah 1 minggu Pocan siap digunakan utuk menyuburkan tanaman.

Dengan dilakukannya pengolahan limbah rumah tangga ini diharapkan warga lebih peduli terhadap lingkungan, karna limbah tersebut dapat diolah menjadi olahan yang dapat digunakan kembali salah satunya pengolahan air tajin menjadi pupuk organic cair yang dapat berguna sebagai penyubur tanaman. (ACF/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :