SMK Bhakti Kudus Buka Jurusan Baru Teknik Mesin Gaya Baru, Satu-satunya di Kudus

oleh -368 Dilihat
Pembukaan jurusan baru Mechanical Engineering (Teknik Mekanik Industri) di SMK Bhakti Kudus. (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – SMK Bhakti Kudus terus berinovasi dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia industri modern.

Tahun ini, sekolah yang berlokasi di Jalan Mejobo, Desa Mlati Kidul, Kecamatan Kota Kudus itu resmi membuka jurusan baru Mechanical Engineering (Teknik Mekanik Industri), yang merupakan bagian dari program Teknik Mesin.

Pengawas SMK dari Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah, Yulis Arif Wicaksono, menjelaskan bahwa pembukaan konsentrasi keahlian baru ini menjadi langkah strategis dalam menyesuaikan kebutuhan industri masa kini yang semakin modern.

“Ya, ini kan salah satu masyarakat menyebutnya jurusan ya. Tapi secara spektrum, jurusan itu adalah konsentrasi keahlian. Konsentrasi keahlian yang dibuka di SMK Bhakti ini adalah teknik mekanik industri atau mechanical engineering.
Nah, teknik mekanik industri ini berada dalam satu program di teknik mesin,” ujar Yulis saat ditemui di Kudus.

Ia menambahkan, pembukaan jurusan ini merupakan yang pertama di Kudus, bahkan di wilayah eks-Karesidenan Pati.

“Jadi, teknik mesin itu ada bermacam-macam — ada teknik mesin, ada teknik mekanik industri, ada teknik mesin kapal, dan gambar desain mesin. Nah, teknik mekanik industri ini satu-satunya di Kudus dan Karis Pati,” jelasnya.

Menurutnya, Teknik Mekanik Industri adalah bentuk “teknik mesin gaya baru” yang berorientasi pada penguasaan teknologi modern.

“Sekarang kan perusahaan itu membutuhkan mesin-mesin modern. Kalau dulu mesin-mesin bubut masih manual, sekarang sudah menggunakan sistem kontrol dan elektronik. Harapannya, lulusan SMK ini sanggup menghadapi tantangan industri baru dengan teknologi baru,” ungkapnya.

Saat ditanya mengenai potensi perkembangan sekolah, Yulis menilai SMK Bhakti Kudus memiliki prospek yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Wah, ini prospeknya menanjak terus ya. Dari tahun ke tahun jumlah siswanya terus naik. Kalau dulu hanya tujuh kelas, sekarang sudah dua belas kelas untuk kelas 10,” ujarnya.

Dari segi sarana prasarana, pihaknya juga menilai SMK Bhakti Kudus harus melakukan pengembangan ke arah vertikal karena keterbatasan lahan di kawasan perkotaan.

“Sekolah ini wilayahnya di kota, jadi pengembangannya tidak bisa ke samping atau belakang. Makanya diarahkan bangunannya bertingkat ke atas,” kata Yulis.

Meski sebagian besar siswanya berasal dari alumni SMP yang tidak diterima di sekolah negeri, Yulis menegaskan bahwa SMK Bhakti tetap berkomitmen memberikan pembelajaran terbaik.

“SMK Bhakti tetap memproses semua siswanya secara maksimal agar siap kerja dan berdaya saing,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :