SMK Bhakti Kudus Luncurkan Sepeda Motor Konversi Listrik, Mau Pesan Cuma Segini Beayanya

oleh -372 kali dibaca
Pengawas Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah Yulis Arif Wicaksono bersama Kepala Sekolah SMK Bhakti Kudus Amir Abdul Majid serta Kepala penanggung jawab bengkel otomotif Sekolah Susanto Wijoyo saat peluncuran pertama motor konversi listrik karya siswa, Sabtu 13/01/2024 (foto: YM)

Kudus, isknews.com – Peringati Hari Ulang Tahun (HUT) SMK Bhakti Kudus ke-54 SMK Bhakti Kudus dirayakan dengan sejumlah kegiatan termasuk jalan santai dan launching sepeda motor listrik serta kontes modifikasi motor. Kegiatan yang dipusatkan dihalaman sekolah yang berada di Kelurahan Mlati Kidul Kudus ini diikuti secara meriah oleh guru, para pegawai, siswa dan undangan lainnya, Sabtu (13/01/2024).

Puncak acara kegiatan adalah peluncuran sepeda motor konversi listrik karya SMK Bhakti Kudus. Para siswa dari jurusan teknik otomotif tersebut berhasil merubah sepeda motor konvensional menjadi sepeda motor listrik, dan menjadi sekolah pertama di wilayah Jawa Tengah yang telah mengantongi lisensi program konvensi sepeda motor listrik dari Kementerian Perindustrian RI.

Kepala SMK Bhakti Kudus, Amir Abdul Majid menyampaikan, keberhasilan sekolah dalam mengantongi lisensi untuk konversi sepeda motor listrik menjadi cambuk untuk mencetak generasi yang kreatif, inovatif dan melek teknologi.

Suasana kontes motor modifikasi yang diikuti oleh 54 peserta dalam rangka HUT 54 SMK Bhakti Kudus (Foto: YM)

“Program ini nantinya akan dikembangkan secara profesional. Para siswa pun telah dilatih dengan mahir, sehingga untuk saat ini layanan konversi sepeda motor bagi masyarakat umum bisa dilakukan di bengkel Al Kahfi milik SMK Bhakti Kudus. Bahkan hingga melakukan pengurusan plat nomor kendaraan menjadi plat nomor biru,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bengke Al Kahfi SMK Bhakti Kudus, Susanto Wijoyo menambahkan, konversi sepeda motor listrik ini memiliki beberapa kelebihan, diantaranya mengurani emisi gas buang yang dihasilkan oleh sepeda motor konvensional.

Konversi sepeda motor listrik yang dilakukan oleh SMK Bhakti Kudus ini merubah beberapa komponen yang ada di sepeda motor konvensional. Utamanya, komponen di ruang bahan bakar sepeda motor, untuk diganti dengan Bldc atau dinamo dan baterai.

“Ring off dan piston serta segala macam di ruang bakarnya, kita lepas, kita ganti Bldc atau dinamo terus ditambahi baterai, dan dikontrol sama controler untuk dijadikan motor listrik,” terangnya.

Sepeda motor listrik ini juga bisa dirubah speed atau kecepatannya sesuai dengan apa yang diinginkan. Setting yang ditawarkan pun ada 5 mode, sehingga pemilik sepeda motor listrik bisa mengontrol mode speed sesuai yang diinginkan.

“Pengecesan baterai durasi 3,5 jam itu bisa penuh 1,5 kilowatt, jarak tempuhnya 40-45 kilometer dengan kecepatan standar 60 sampai 70 kilometer per jam,” tukasnya.

Konversi sepeda motor listrik mereka ciptakan pada dasarnya tidak merubah sepenuhnya komponen dalam sepeda motor konvensional.

“Kami hanya mengganti beberapa komponen saja, utamanya yang berada di bagian ruang bahan bakar dan diganti dengan Bldc atau dinamo dan baterai. Selain itu, sepeda motor listrik ini juga dapat dikontrol melalui sistem controlling di perangkat lunak atau laptop. Dimana, tidak hanya mekanisme konvensional menjadi listrik saja yang bisa diatur, namu juga speed atau kecepatan laju sepeda motornya juga,” ungkap Santo.

Susanto Wijoyo menyampaikan, konversi sepeda motor listrik bagi masyarakat umum saat ini sudah bisa dilakukan oleh sekolah setempat. Biaya yang dibutuhkan mencapai sekira Rp 15,5 juta.

“Jadi Rp 7,5 juta itu untuk biaya konversi, Rp 7,5 juta untuk baterai, dan biaya perakitan Rp 500 ribu,” katanya.
Namun, total keseluruhan biaya tersebut tidak ditanggung sepenuhnya oleh masyarakat yang berniat melakukan konversi sepeda motor listrik. Sebab saat ini, pemerintah telah memberikan subsidi sebesar Rp 10 juta untuk satu sepeda motor dan satu NIK.

“Jadi sekitar Rp 5 jutaan saja biaya untuk konversi sepeda motor listrik ini, dan kita fasilitasi sampai plat nomor birunya turun dari kepolisian, jadi beres semua,” tuturnya.

Santo juga membeberkan bahwa pihaknya tengah melakukan upaya pendekatan kepada PLN agar turut memberikan bantuan subsidi. Namun, hal itu saat ini masih dalam proses pengajuan permohonan dan diharapkan bisa tembus.

“Jadi kalau bisa tembus malah tambah ringan lagi nanti biayanya, tapi ini belum deal, kami masih baru mengupayakan,” katanya.

Lebih lanjut, untuk mengubah sepeda motor konvensional menjadi sepeda motor listrik dibutuhkan waktu sekira satu sampai dua hari. Namun, bila barang atau komponennya belum ready maka diperkirakan selesai lima hari. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.