Gelar Lomba Peringati HGN, dari Vlog Hingga Lomba Cuci Tangan yang Benar Sesuai Prokes

oleh -150 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Peringati HUT PGRI Ke-75, HUT Sekolah ke 35 dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2020, SMP 4 Kudus menggelar berbagai lomba. Agus Nurdin, Waka Kesiswaan SMP 4 Kudus, Rabu (25/11/2020) membeberkan, lomba tersebut diantaranya untuk hari ulang tahun sekolah dilakukan secara live streaming pakai Fanspage Facebook, karena itu merupakan media sosial yang paling banyak diakses oleh siswa SMP 4 Kudus.

Kemudian, kata Agus, untuk siswa-siswa kita adakan lomba Vlog yang diikuti 42 peserta yang sudah diumumkan tadi pada saat live streaming untuk juara 1, 2 dan 3 nya. Lalu, lanjut Agus, untuk bapak ibu guru ada 3 mata lomba, yang pertama lomba pingpong, yang kedua lomba karaoke atau penyanyi dan yang ketiga lomba yang paling seru, yakni memasukkan pensil di dalam botol dan yang terakhir lomba hiburannya cuci tangan yang benar sesuai protokol kesehatan.

Hal itu dilakukan karena menyesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini dalam masa pandemi, yang belum diizinkan untuk bertatap muka ke sekolah, maka sekolah mengambil inisiatif siswa dan guru tetap bisa berinteraksi meskipun dengan sarana media sosial yang kita punya.

“Jadi kemeriahan peringatan hari ulang tahun sekolah hari ulang tahun PGRI dan hari ulang tahun Korpri tetap terlaksana dengan meriah meskipun antara guru dan siswa tidak ketemu,” paparnya.

Disinggung terkait pembelajaran tatap muka yang rencananya digelar Januari 2021, pihaknya memang sudah mengarah ke sana,  

“Untuk waktu dekat ini kami baru fokus pada persiapan penilaian akhir semester (PAS) yang akan dilaksanakan mulai tanggal 1 Desember mendatang, yang jelas karena tatap muka ini masih dalam masa pandemi kemudian zonanya juga semua juga boleh tatap muka maka, sekolah memang harus berkewajiban melaksanakan protokol kesehatan ini dengan ketat. Seperti penyediaan sarana cuci tangan, kemudian sabun, penggunaan masker dan facial,” tuturnya.

Nantinya, lanjut Agus, akan kami wajibkan seluruh siswa, guru, karyawan dan seluruh pengunjung ke sekolah (orang luar siapa pun yang datang) akan diukur suhu tubuhnya. “Untuk masuk ke wilayah pembelajarannya, secara teknik jelas untuk setiap kelas isinya maksimal hanya setengahnya, kemudian nanti siswa akan masuk sekolah secara bergantian,” pungkasnya (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :