Soal Dana Hibah, Bupati Tidak Mau Bertaruh Dengan Persoalan Hukum Di Kemudian Hari

oleh

Jepara – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi bersikukuh tidak mencairkan dana hibah bagi lembaga dan organisasi yang tidak berbadan hukum Indonesia. Meski dana tersebut telah dianggarkan dalam APBD Kabupaten Jepara, bupati tidak mau bertaruh dengan persoalan hukum di kemudian hari. Sikap tersebut ditegaskannya Jum’at (3/6) lalu, saat menanggapi desakan anggota dewan dari Partai Amanat Nasional (PAN), Muslich, agar eksekutif mencermati kembali ketentuan tersebut.

Muslich menyampaikan hal tersebut saat berbicara dalam agenda pemandangan umum fraksi ketika berlangsung rapat paripurna dewan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Pelaksanaan APBD 2014. Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jepara Aris Isnandar yang duduk di kursi pimpinan bersama wakil ketua lainnya, Pratikno.

“Mohon dicermati kembali aturannya. Apakah tidak bisa jika bantuan untuk sektor kelautan misalnya, itu menggunakan badan hukum Dinas Kelautan dan Perikanan. Demikian juga misalnya untuk sektor pertanian menggunakan badan hukum Dinas Pertanian dan Peternakan,” kata Muslich memberi contoh.

Menanggapi hal ini, bupati dalam jawabannya mengingatkan bahwa terkait hal ini eksekutif dan legislatif pernah bersama-sama meminta penjelasan ke pusat. “Jawabannya, silakan saja dicairkan. Kalau bisa alhamdulillah, tapi kalau kelak tersangkut masalah hukum ya, musibah,” kata Marzuqi. Hal ini dia tegaskan begitu mendapat kesempatan menanggapi pemandangan umum fraksi, menjelang penutupan rapat paripurna penyampaian LPj Pelaksanaan APBD.

Dalam LPj Pelaksanaan APBD 2014, bupati mempertanggungjawabkan realisasi anggaran dalam kurun waktu tahun tersebut. Dalam pengantar LPj-nya bupati menyebut realisasi pendapatan  mencapai Rp. 1,6 triliun atau setara 103,14 persen dari rencana Rp. 1,55 triliun. Sementara belanja yang terealisasi sebesdar Rp. 1,51 triliun disebutnya setara 89 persen dari rencana awal yang mencapai Rp. 1,68 triliun. Rencana belanja yang tidak terealisasi sebesar Rp. 175,79 miliar. (Sul)

 

KOMENTAR SEDULUR ISK :