Soal Vaksin Kedaluwarsa, Dinas Kesehatan Kudus Tunggu Petunjuk BPOM

oleh -1,239 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Badai Ismoyo menyebut jika pihaknya sedang menunggu petunjuk dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengenai penanganan 4.000 dosis vaksin COVID-19 yang kedaluwarsa.

“Dinas Kesehatan menunggu arahan apakah harus mengembalikan vaksin yang kedaluwarsa ke tempat pengambilan vaksin di Semarang atau menunggu BPOM melakukan pengecekan kondisi vaksin di Kudus,” paparnya Selasa (9/11/2021).

Menurut dia, sebanyak 4.000 dosis vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca yang telah melampaui masa kedaluwarsa  kini disimpan di tempat penyimpanan dengan suhu kurang dari minus 20 derajat Celsius di gudang farmasi milik Dinas Kesehatan.

Bupati Kudus Hartopo berharap bisa segera mendapat arahan dari pemerintah pusat atau BPOM mengenai penanganan 4.000 dosis vaksin tersebut.

“Pengalaman sebelumnya, vaksin yang kedaluwarsa memang masih bisa dimanfaatkan kembali karena masa kedaluwarsa sesungguhnya cukup lama. Karena untuk kepentingan agar segera dimanfaatkan, maka kedaluwarsanya dipersingkat,” katanya.

Orang nomor satu di Kudus itu mengatakan jika Pemerintah Kabupaten Kudus sedang berusaha mencapai target cakupan vaksinasi 50 persen pada kelompok warga lanjut usia pada akhir 2021. Cakupan vaksinasi pada warga lanjut usia di Kudus saat ini baru sekitar 40 persen.

“Saya tetap mengingatkan warga agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk menghindari penularan COVID-19,” pesan Hartopo (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :