Spirit Kemanusiaan, Festival Kedung Gupit Desa Panjang Akan Digelar 27 sd 28 April Mendatang

oleh -1,190 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Sungai bagi manusia adalah hal  utama dalam siklus hidup masyarakat, sebab pada dasarnya manusia akan membutuhkan air sepanjang hidupnya, manusia tidak akan bisa hidup jika  tidak ada   air.  Sebagai tempat efektif untuk menampung air.

Sebagai media reflektif untuk menggugah kesadaran masyarakat, peran ruang kesenian dapat digunakan sebagai sarana untuk mengkomunikasikan, sekaligus sebagai magnet dan benteng ketahanan akan nilai–nilai luhur kebudayaan desa.

Pembangunan Kepariwisataan dan  Ekonomi Kreatif dijalankan sesuai dengan Arah Kebijakan yang tertuang dalam Sembilan Agenda Prioritas (NAWACITA) Presiden, yaitu yang   pertama  “Membangun Indonesia  dari   pinggiran  dengan  memperkuat  daerah- daerah dan   desa dalam  kerangka  Negara Kesatuan”,  dan   yang   kedua “Mewujudkan kemandirian  ekonomi  dengan  menggerakkan  sektor-sektor  strategis  ekonomi domestik”.

Kami, Komunitas Seni  SAMAR,  yang  bergerak dalam spirit pembangunan kebudayaan melalui  kesenian, yang   juga   merupakan  bagian  dari   masyarakat  di   Desa  Panjang, Kecamatan Bae,  Kabupaten Kudus menggagas platform kegiatan kontinu bertajuk “FESTIVAL KALI” . Tentang bagaimana kita  membijaksanai lingkungan sekitar. Mempertanyakan kembali segala kemungkinan respon manusia terhadap makna pentingnya sungai sebagai hajat  hidup manusia yang  semakin hari  mulai diabaikan.

Pada  tanggal 27  –  28  April 2024 di  Desa  Panjang, kami  mengumumkan  kolaborasi antara   seniman   lokal   hingga   luar    daerah   dan    para     aktivis   lingkungan   serta menggandeng pemerintah Desa Panjang untuk saling bekerjasama dalam memkanai kembali sungai disekitaran bendungan kedung gupit.

Puluhan seniman dan  aktivis lingkungan hidup dari  berbagai latar  belakang bergabung dalam proyek ini,  menggunakan  seni   sebagai  medium  untuk menghayati  keindahan sungai dan  juga memperingatkan tentang ancaman yang  dihadapinya. Dari  pertunjukan hingga   instalasi   seni    yang    interaktif,   karya-karya   ini    mengajak   pemirsa   untuk merenungkan peran penting sungai dalam kehidupan kita  sehari-hari.

Selain itu, proyek ini juga  menjadi platform bagi  masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembersihan sungai dan  penanaman pohon di  sekitarnya.

Ini  adalah langkah konkrit dalam memperjuangkan keberlanjutan lingkungan dan  melindungi sumber daya air yang berharga  bagi    kita    semua.  Kami  juga    mengundang  melibatkan  semua masyarakat desa  setempat  untuk  bergabung  dalam  perayaan  ini   dan   merasakan keajaiban seni sambil berkontribusi pada pelestarian lingkungan.

Bersama-sama, kita dapat membuat perubahan positif untuk masa depan yang  lebih hijau  dan  lestari. Sebagai titik  awal, kami memilih di  wilayah terdekat kami yakni “ Kedung Gupit “ area sungai  di  desa Panjang, Kecamatan  Bae,   Kabupaten  Kudus,  Jawa  Tengah.  Sebagai upaya merekonstruksi fungsi sungai sebagai sumber hidup (“ panguripan “ ) masyarakat sekitar. Mengemasnya sebagai edu  wisata melalui refleksi seni  dan  budaya desa serta membuka potensi ekonomi kreatif tingkat desa .

FESTIVAL KEDUNG GUPIT #1 diharapkan menjadi perwujudan kegotong royongan serta pembangunan masyarakat di Desa Panjang, Kecamatan Bae,  Kabupaten Kudus dengan kerjasama menggerakkan sektor-sektor strategis domestik yang  diselaraskan dengan spirit akan  nilai   kemanusian  dalam  memaknai  dirinya, masyarakatnya  beserta  alam sekitarnya.

Melalui  platform  tersebut,  diharapkan  untuk  terjalinya  kerjasama  yang    baik    dari berbagai pihak untuk terus mengkapanyekan narasi kepada desa – desa lain  sepanjang lintasan sungai di  kabupaten Kudus untuk kembali menengoknya yang  kemudian bisa menjadi ikon  identitas masyarakat Kabupaten Kudus dengan “ KALI GELIS “ nya  dengan kesadaran penuh sebagai manusia yang  hidup dan  mengidupi.

Mendorong terciptanya regulasi dalam tatanan kehidupan norma masyarakat yang beripihak kepada penjagaan alam sebagai bagian fundamental dari  keberlangsungan kehidupan masyarakat di Kabupaten Kudus.

Singkat kata,  ” Dalane Banyu, Dalane Urip.  Mbumpeti Banyu Nekakno Bendu “.

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.