KUDUS, isknews.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kedungdowo 1, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, memberikan klarifikasi terkait keluhan wali murid mengenai porsi Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai terlalu sedikit.
Menu yang berisi potongan kentang rebus (potatos wedges), kacang kedelai, buah pepaya dan ikan lele fillet itu dikeluhkan wali murid sehingga menulai kritik dan viral di media sosial.
Keluhan itu disampaikan pihak sekolah dan pengelola dapur MBG dengan harapan ada perbaikan menu yang lebih variatif dan proporsional.
Pengelola SPPG Kedungdowo 1, Nanik Faizah, mengatakan bahwa pelaksanaan MBG di wilayah tersebut baru berjalan selama sepekan, sejak operasional pertama dimulai pada 19 Januari 2026.
“Program ini masih tahap awal. Kami baru sepekan beroperasi, sehingga masih dalam proses penyesuaian,” ujar Nanik saat ditemui awak media, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, saat ini SPPG Kedungdowo 1 melayani 1.529 penerima manfaat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 676 penerima merupakan siswa dari lima SD dan MI, sementara sisanya berasal dari TK, PAUD, pondok pesantren, serta SMP di wilayah Kecamatan Kaliwungu.
Menurut Nanik, menu MBG tidak ditentukan sepihak. Pihaknya telah menyusun usulan menu serta membuka ruang bagi sekolah untuk menyampaikan masukan maupun permintaan tertentu.
“Kami sudah mengusulkan menu dan juga menerima request dari sekolah. Semua masukan kami jadikan bahan evaluasi,” jelasnya.
Dua Jenis Porsi MBG
Nanik menegaskan bahwa MBG disajikan dengan dua jenis porsi, yaitu porsi kecil dan porsi besar, yang disesuaikan dengan usia peserta didik.
Porsi kecil diperuntukkan bagi siswa TK, PAUD, hingga kelas 3 SD/MI, sedangkan porsi besar diberikan kepada siswa kelas 4 sampai kelas 6 SD/MI.
Menu MBG yang sempat dikeluhkan wali murid pada Senin (26/1/2026), lanjut Nanik, merupakan porsi kecil, sebagaimana terlihat pada foto yang beredar di masyarakat.
“Kemarin yang difoto itu memang porsi kecil, bukan untuk kelas atas,” tegasnya.
Kandungan Gizi dalam Sajian MBG
Untuk menu MBG pada 26 Januari 2026, baik porsi kecil maupun besar memiliki komposisi yang sama, yakni kentang olahan potato wedges, lele goreng tepung, saus asam manis, edamame, serta buah melon. Perbedaannya terletak pada jumlah porsi dan nilai kandungan gizinya.
Pada porsi kecil yang diberikan kepada siswa TK hingga kelas 3 SD/MI, makanan tersebut mengandung sekitar 581,31 kilokalori energi, dengan karbohidrat sekitar 44 gram, protein hampir 17 gram, lemak 39 gram, serta serat pangan 1,35 gram.
Sementara pada porsi besar bagi siswa kelas 4 hingga kelas 6 SD/MI, total kandungan gizi meningkat menjadi sekitar 639,16 kilokalori energi, dengan karbohidrat 51 gram, protein 20,34 gram, lemak 41,34 gram, serta serat pangan 1,53 gram.
Masih Tahap Penyesuaian
Dalam proses penyediaan makanan, SPPG Kedungdowo 1 saat ini didukung oleh satu tenaga ahli chef untuk memastikan kualitas pengolahan, kebersihan, serta kecukupan gizi makanan yang disajikan.
Nanik menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi seiring berjalannya program MBG, terutama pada masa awal pelaksanaan.
“Kami memahami adanya masukan dari orangtua. Semua akan kami jadikan bahan perbaikan agar ke depan pelaksanaan MBG bisa semakin optimal dan sesuai kebutuhan anak-anak,” pungkasnya. (AS/YM)






