Srikandi Merdeka Cup Dibuka Megah, Kudus Jadi Panggung Sepak Bola Putri Internasional

oleh -482 Dilihat
Ribuan pasang mata masyarakat Kudus yang memadati tribun Supersoccer Arena, Jumat (14/8), menjadi saksi paduan permainan tata cahaya dengan gemerlap kembang api dalam Opening Ceremony turnamen sepakbola U-16 Putri Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino yang merupakan hasil kolaborasi antara Bakti Olahraga Djarum Foundation dan PSSI. (Foto : Istimewa/Djarum Foundation)

KUDUS, ISKNEWS.COM — Gemerlap tata cahaya dan kembang api mewarnai Opening Ceremony Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (14/8). Ribuan penonton memadati tribun untuk menyaksikan pembukaan turnamen sepak bola putri U-16 yang mempertemukan talenta muda dari tujuh negara.

Kemegahan pembukaan menjadi penanda dimulainya turnamen hasil kolaborasi Bakti Olahraga Djarum Foundation dan PSSI. Tak sekadar seremoni, opening ceremony dikemas untuk menghadirkan atmosfer kompetisi sepak bola putri bertaraf internasional sekaligus menyemarakkan momentum HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam pembukaan. Di antaranya Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali, Sekjen PSSI Yunus Nusi, Exco PSSI sekaligus Ketua ASBWI Vivin Cahyani Sungkono, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, serta Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin.

Program Director Srikandi Merdeka Cup Teddy Tjahjono mengatakan kemegahan dan kemeriahan pembukaan merupakan refleksi rasa syukur Bakti Olahraga Djarum Foundation atas dukungan berbagai pihak terhadap pengembangan sepak bola putri.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PSSI yang terus mendukung kami untuk melakukan pembinaan dan mengembangkan sepak bola putri dari usia dini. Antusiasme penonton sangat tinggi, baik yang telah memenuhi kapasitas Supersoccer Arena maupun yang melihat pertandingan secara online. Jadi ini merupakan dukungan positif dari masyarakat kepada sepak bola putri,” kata Teddy.

Menurut Teddy, tingginya antusiasme tersebut diharapkan menjadi tren positif yang mampu mendorong perkembangan sepak bola putri Indonesia. Penyelenggara juga berupaya memaksimalkan kualitas turnamen dari sisi penyelenggaraan, termasuk menghadirkan fasilitas VAR.

“Mudah-mudahan tren ini akan semakin berkembang sehingga sepak bola putri Indonesia akan semakin maju. Kami ingin memaksimalkan dari sisi penyelenggaraan, termasuk adanya fasilitas VAR agar semua dapat menikmati pertandingan sepak bola putri yang berkualitas,” lanjutnya.

Apresiasi terhadap penyelenggaraan Srikandi Merdeka Cup disampaikan Sekjen PSSI Yunus Nusi. Ia menilai kualitas penyelenggaraan dan besarnya dukungan publik menjadi bukti Kudus memiliki kapasitas untuk menggelar event sepak bola internasional.

“PSSI mengucapkan terima kasih kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation dan Caffino yang telah menyelenggarakan turnamen ini secara profesional dan meriah. Turnamen ini merupakan bagian dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.”

Yunus juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kudus dan masyarakat yang antusias hadir di stadion. Menurutnya, hal tersebut menjadi catatan khusus bagi PSSI mengenai potensi Kudus sebagai tuan rumah agenda tim nasional.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kudus serta masyarakat yang sangat antusias untuk hadir di stadion yang dibangun khusus sepak bola putri ini. Hal ini akan menjadi catatan khusus bagi PSSI bahwa Kudus juga bisa menjadi tuan rumah yang baik untuk event Timnas seperti Srikandi Merdeka Cup,” ucap Yunus.

Sementara itu, Exco PSSI sekaligus Ketua Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia (ASBWI) Vivin Cahyani Sungkono menilai Srikandi Merdeka Cup mampu menghadirkan atmosfer turnamen sepak bola putri bertaraf internasional. Ia menilai kemasan pembukaan yang megah dan antusiasme penonton menjadi motivasi untuk terus mengembangkan ekosistem sepak bola putri Indonesia.

“Apresiasi luar biasa kami berikan kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation yang telah mempersiapkan turnamen ini dengan detail dan sangat baik. Bahkan di Piala AFF atau Piala AFC saja belum ada pembukaan yang semegah ini. Antusiasme penonton juga sangat baik.” ujar Vivin.

Srikandi Merdeka Cup 2026 diikuti delapan tim nasional putri U-16 dari tujuh negara. Indonesia mengirimkan dua tim, yakni Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara. Sementara enam tim lainnya berasal dari Malaysia, Arab Saudi, Thailand, Singapura, Yordania, serta Hong Kong, China.

Keberadaan delapan tim tersebut menjadikan Supersoccer Arena Kudus sebagai panggung pertemuan talenta muda sepak bola putri dari berbagai negara. Turnamen ini sekaligus memberikan pengalaman kompetitif internasional bagi para pemain usia muda.

Opening ceremony kemudian dilanjutkan dengan pertandingan Grup A antara Garuda Pertiwi dan Arab Saudi. Tampil di hadapan publik sendiri, Garuda Pertiwi menunjukkan performa impresif dan menutup laga dengan kemenangan telak 7-0.

Namun, kemeriahan pembukaan menjadi cerita tersendiri dalam gelaran Srikandi Merdeka Cup. Paduan tata cahaya, kembang api, ribuan penonton, serta kehadiran sejumlah tokoh sepak bola nasional memperlihatkan besarnya perhatian terhadap perkembangan sepak bola putri.

Dari Kudus, Srikandi Merdeka Cup tidak hanya menjadi kompetisi untuk mencari kemenangan. Turnamen tersebut menjadi ruang pembuktian bahwa pembinaan sepak bola putri sejak usia dini dapat dikemas dalam kompetisi berkualitas dan menghadirkan atmosfer internasional di hadapan publik Indonesia. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.