Strategi Tekan Rokok Ilegal, Bea Cukai Kudus Akan Revitalisasi LIK IHT

oleh
Kepala KPPBC Kabupaten Kudus, Gatot Sugeng‎ saat menyampaikan capaian kinerja dan sosialisasi terkait revitalisasi LIK menjadi kawasan IHT, di kantornya Kamis (9/7/2020).

Kudus, isknews.com – Rencana revitalisasi Lingkungan Industri Kecil (LIK) Industri Hasil Tembakau (IHT) menjadi strategi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Kudus dalam upaya menekan rokok ilegal.

LIK IHT yang berada di Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kudus itu bisa digunakan untuk memproduksi rokok, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan  laboratorium penguji tar dan nikotin.

TRENDING :  Tanamkan Sikap Toleransi ke Siswa Melalui Perayaaan Imlek Bersama

“Kami telah mengusulkan ke Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Jateng-DIY. Usai disetujui, kira-kira September bisa digunakan,” jelas Kepala KPPBC Kabupaten Kudus Gatot Sugeng Wibowo saat jumpa pers, Kamis (9/7/2020).

TRENDING :  Raih Sejumlah Nomor Even Internasional, UMKU Berharap Jadi Pemacu Prestasi Mahasiswa

Apabila nantinya telah disetujui, rencananya Koperasi Sigaret Langgeng Sejahtera yang akan  menaungi kawasan IHT.

Koperasi Sigaret Langgeng Sejahtera sendiri menaungi setidaknya sepuluh pabrik rokok sigaret kretek tangan (SKT). “Nanti mereka akan menyediakan Sigaret Kretek Mesin (SKM) untuk disewa dengan harga yang disepakati bersama,” ujarnya.

TRENDING :  PR. IPNU IPPNU Tanjungkarang Bagi Takjil

Ia berharap selain menekan produksi rokok ilegal tanpa cukai juga dapat meningkatkan produksi rokok SKM.

Walhasil penerimaan negara dari rokok SKM akan naik lebih tinggi dibandingkan rokok SKT. Gatot memperkirakan, totalnya bisa hampir tiga kali lipatnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :