Suami dan Adik Hilang Bersama KM Virgo Transport 8, Warga Kudus Datang ke Surabaya Cari Kepastian

oleh -506 Dilihat
Sejumlah keluarga melihat papan informasi manifest penumpang KM Virgo Transport 8 di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, ISKNEWS.COM – Perjalanan jauh dari Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menuju Surabaya ditempuh Umi dengan satu tujuan. Ia ingin mendapatkan kepastian mengenai keberadaan suami dan adiknya yang hingga kini belum ditemukan setelah KM Virgo Transport 8 hilang kontak dalam perjalanan menuju Banjarmasin.

Umi mendatangi Posko Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (14/9/2026) siang. Yusuf, suaminya, dan Adam, adiknya, tercatat dalam manifes penumpang kapal feri rute Surabaya-Banjarmasin tersebut. Yusuf diketahui bekerja sebagai sopir truk ekspedisi, sedangkan Adam merupakan kernet.

Keduanya berangkat menggunakan KM Virgo Transport 8 sebelum kapal dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9/2026).

Kecemasan Umi semakin besar lantaran komunikasi terakhir dengan Yusuf terjadi melalui video call pada Sabtu (12/9/2026) pagi.

Saat itu, Yusuf masih sempat menghubunginya ketika hendak naik ke kapal. Setelah itu, komunikasi terputus dan hingga kini tidak ada lagi kabar dari Yusuf maupun Adam.

“Sampai sekarang belum ada informasi, katanya masih menunggu dari Banjar,” ujar Umi di posko.

Umi mengaku datang ke Surabaya karena belum memperoleh kepastian mengenai kondisi suami dan adiknya. Meski keduanya tercatat dalam manifes, nama Yusuf dan Adam belum masuk dalam daftar korban yang ditemukan.

“Harapan saya segera ditemukan, pokoknya harus diupayakan. Dalam daftar penumpang ada, tetapi di daftar pencarian, suami sama adik saya belum ada,” ungkapnya.

Kecemasan serupa juga terlihat dari sejumlah keluarga penumpang lainnya. Beberapa keluarga bahkan mendatangi kawasan Gapura Surya Surabaya untuk melihat papan informasi yang memuat perkembangan data penumpang dan korban KM Virgo Transport 8.

Mereka mencermati satu per satu nama yang tercantum. Bagi keluarga, papan informasi tersebut menjadi salah satu tempat untuk mencari kepastian tentang keberadaan orang-orang yang mereka cintai.

Salah satunya Ruswi, yang mencari kabar kakak iparnya, Edi Sukamto, warga Lumajang, Jawa Timur. Edi bekerja sebagai oiler atau kru kapal yang bertugas menangani pekerjaan di bagian mesin.

Menurut Ruswi, Edi rutin berkomunikasi dengan keluarga melalui WhatsApp. Namun komunikasi mendadak terputus pada Minggu malam.

“Dia setiap hari komunikasi. Lepas maghrib, enggak ada komunikasi sama sekali sampai hari ini,” tutur Ruswi.

Berdasarkan data Basarnas hingga Senin (14/9/2026) pukul 11.00 WITA, sebanyak 114 orang telah ditemukan dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes.

Sebanyak 108 orang ditemukan selamat dan enam orang meninggal dunia, sementara 129 orang lainnya masih dalam pencarian.

Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengaku belum menerima informasi resmi dari instansi terkait mengenai adanya dua warga Kudus yang menjadi korban dalam kecelakaan air tersebut.

Namun, apabila informasi mengenai Yusuf dan Adam benar, Sam’ani menyampaikan belasungkawa mewakili Pemerintah Kabupaten Kudus dan masyarakat.

“Kalau memang benar, saya mewakili masyarakat Kabupaten Kudus mengucapkan turut berbelasungkawa. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan, dan semoga yang masih dalam pencarian segera ditemukan,” ujar Sam’ani. (YM/YM)