Sudah Beraksi di 10 Lokasi, Residivist Pencuri Motor Ini Dibekuk Aparat Polres Kudus

oleh

Kudus, isknews.com – Laporan kehilangan motor milik warga yang marak terjadi di Kudus akhir-akhir ini direspon dengan baik oleh Polres Kudus. Satu orang pencuri spesialis motor yang selama beraksi diwilayah kabupaten Kudus berhasil diringkus oleh Aparat Kepolisian Resor Kudus bersama penadahnya.

Tersangka pencuri sepeda motor yang sudah beraksi di 10 lokasi di Kudus dan sekitarnya ditangkap beserta sebuah barang bukti kendaraan bermotor serta peralatan yang digunakan untuk melakukan aksinya.

“Pencuri tersebut merupakan seorang residivis dan belum lama keluar dari penjara karena kasus pidana, mayarakat harus hati-hati karena bulan-bulan ini saatnya para maling motor ini ‘bekerja’, ” kata Kapolres Kudus AKBP Catur Gatot Efendi didampingi Kasat Reskrim AKP Rismanto di Kudus, Rabu (19/02/2020).

TRENDING :  Sempat Dikabarkan Hilang, Warga Japan Dawe Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

Ia mengungkapkan penangkapan pelaku berawal dari laporan korban yang kehilangan sepeda motor pada 10 Februari 2020 di depan warung es campur di Jalan Mejobo, Desa Melati Kidul, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.

Tersangka pelaku pencurian kendaraan bermotor di Kudus, saat digelandang untuk menunjukkan cara dia membuka paksa kunci motor dihadapan sejumlah awak media (Foto: YM)

Atas laporan tersebut kemudian polisi mengembangkan di lapangan dan berupaya mengungkap pelakunya.

Polisi akhirnya bisa membekuk pelaku bernama Saiful Amri (22) warga Desa Kalipucangkulon, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, serta seorang penadah barang curian bernama Ngasiran (42) warga Desa Teluk Wetan, Kecamatan Welahan, Jepara.

Dari 10 sepeda motor yang dicuri, kata dia, yang 9 dijual secara online dan kini masih dikembangkan untuk diupayakan sepeda motornya kembali. Sementara sepeda motor yang dijual secara konvensional, penadah beserta barang buktinya berupa sepeda motor Yamaha bernopol K-2527-HR diamankan.

TRENDING :  Pelaku Illegal Logging Diamankan

“Dia mengaku 10 motor hasil kejahatannya ini yang 9 sudah dijual secara online, nanti kita akan lacak juga dijual kemana saja, sementara baru motor yang satu ini yang bisa kita amankan barang buktinya,” terang Kapolsek.

Di hadapan petugas, pelaku mengakui aksi pencurian sepeda motor di wilayah hukum Polres Kudus tercatat 10 lokasi dengan jumlah barang curian 10 unit sepeda motor aneka merek.

Saiful Amri beralasan aksi pencuriannya dilakukan karena untuk melunasi utang di sejumlah warung makan yang nilainya mencapai ratusan ribu rupiah.

Motor hasil curian di 10 lokasi, katanya, dijual melalui situs daring dan sudah laku sembilan unit, sedangkan satu unit dijual kepada warga Jepara.

TRENDING :  Penyekatan di Check Point Kudus, Puluhan Mobil Diduga Pemudik Diperintah Putar Balik

Untuk melancarkan aksinya, pelaku selalu membawa kunci letter “T” dengan mengincar sepeda motor lama yang tidak dilengkapi pengaman kunci tambahan yang terparkir di sejumlah pedagang kaki lima di tepi jalan.

“Untuk membuka kunci stang sepeda motor dengan kunci letter ‘T’ tidak membutuhkan waktu lama,” ujarnya.

Aparat Kepolisian Resor Kudus hingga kini mengamankan 21 kendaraan roda dua dari hasil operasi lalu lintas serta pengungkapan kasus pencurian kendaraan roda dua yang hingga belum diketahui pemiliknya.

Masyarakat yang merasa memiliki sepeda motor tersebut, bisa mengambilnya tanpa dipungut biaya dengan menunjukkan surat-surat kendaraan bermotornya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :