Sulap Halaman Pendopo Jadi Mini Soccer, Bupati Kudus Sambut Piala Dunia dan International Women’s Soccer Trilogy

oleh -887 Dilihat
Pertandingan persahabatan antara Bupati Kudus bersama sejumlah ASN melawan wartawan di Halaman depan Pendopo Kabupaten Kudus guna Sambut Piala Dunia dan International Women’s Soccer Trilogy. (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Hamparan rumput hijau di halaman depan Pendopo Kabupaten Kudus kini tampil berbeda. Menyambut gelaran Piala Dunia sekaligus rangkaian International Women’s Soccer Trilogy, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyulap area tersebut menjadi lapangan mini soccer yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menikmati atmosfer sepak bola.

Peresmian lapangan mini soccer itu ditandai dengan pertandingan persahabatan antara Bupati Kudus bersama sejumlah ASN melawan wartawan. Sementara di sisi lain, ASN perempuan juga turut meramaikan suasana dengan menggelar pertandingan antartim sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan sepak bola wanita.

Sam’ani mengatakan, keberadaan mini soccer di halaman pendopo merupakan bagian dari upaya membangun semangat sepak bola di tengah masyarakat sekaligus menyambut pesta sepak bola dunia.

Di depan Pendopo Kabupaten Kudus kita buka mini soccer. Ini dalam langkah menyambut Piala Dunia, di mana sepak bola menjadi kegemaran masyarakat banyak,” ujarnya.

Menurutnya, momentum tersebut semakin istimewa karena Kudus saat ini tengah bersiap menjadi pusat penyelenggaraan International Women’s Soccer Trilogy, sebuah rangkaian kompetisi sepak bola putri yang digelar oleh Bakti Olah Raga Djarum Foundation.

Seperti diketahui, trilogi sepak bola putri tersebut terdiri dari HydroPlus Women’s Soccer League, MilkLife Soccer Challenge All-Stars, hingga puncaknya Srikandi Merdeka Cup Internasional 2026 yang akan diikuti enam negara.

Di Kabupaten Kudus nanti ada trilogi untuk women’s soccer. Yang terakhir nanti Srikandi dan akan ada enam negara dari luar Indonesia yang berpartisipasi,” kata Sam’ani.

Ia menilai kehadiran berbagai event sepak bola putri internasional tersebut menjadi peluang besar untuk melahirkan atlet-atlet berbakat sekaligus memperkuat posisi Kudus sebagai salah satu pusat pembinaan sepak bola wanita di Indonesia.

Harapannya akan muncul bibit-bibit terbaik untuk tim nasional Indonesia dan bisa berprestasi di tingkat dunia,” ujarnya.

Selain sebagai sarana olahraga, kawasan mini soccer dan agenda nonton bareng Piala Dunia yang digelar di halaman pendopo juga dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Pemkab Kudus menggandeng pelaku UMKM untuk berpartisipasi selama kegiatan berlangsung.

Nggak apa-apa rumputnya rusak kalau itu bisa membahagiakan masyarakat, terutama anak-anak dan remaja. Nanti kita perbaiki lagi. Yang penting rakyat bahagia. Ketika nanti ada kegiatan, kita juga berkolaborasi dengan UMKM Kabupaten Kudus. Ini memberikan hiburan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat, terutama UMKM,” jelasnya.

Sam’ani menambahkan, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendukung berbagai kegiatan olahraga sebagai wadah penyaluran bakat dan energi anak-anak muda.

“Terimakasih kepada para sponsor yang ikut berpartisipasi meramaikan even sepak bola di kudus. Ketika anak muda tersalurkan dengan olahraga, mereka akan mengurangi atau menghindari kegiatan-kegiatan negatif. Energi mereka tersalurkan melalui olahraga dan kegiatan positif lainnya,” katanya.

Sementara itu, warga Hadipolo, Mia, mengaku antusias dengan hadirnya lapangan mini soccer di halaman pendopo. Menurutnya, fasilitas tersebut berpotensi menjadi pusat aktivitas masyarakat, terutama saat akhir pekan.

Kalau hari Minggu dibuka, ini bakal ramai banget karena banyak yang mau main bola di sini. Rumputnya enak, buat duduk-duduk juga nyaman. Apalagi ada nonton bareng dan stand UMKM, semoga semakin ramai,” ujarnya.

Dengan lapangan mini soccer yang berdiri di jantung Kota Kudus serta status sebagai tuan rumah International Women’s Soccer Trilogy, Kabupaten Kudus tidak hanya ikut merayakan euforia Piala Dunia, tetapi juga menegaskan diri sebagai salah satu pusat perkembangan sepak bola putri Indonesia.  (YM/YM)