Sutrisno Warga Desa Jepang Tolak Menerima BPNT dan BDT

oleh

Kudus, isknews.com – Sutrisno warga desa Jepang RT 01/08 kecamatan Mejobo merupakan sosok lelaki yang berprofesi sebagai sopir menolak bantuan sosial warga terdampak Covid-19 dari pemerintah.

Disampaikannya,Nama Sutrisno tercatat dalam daftar penerima Bantuan Nasional Pangan Non Tunai (BPNT). Selain itu juga muncul dalam Basis Data Terpadu (BDT) Kemensos RI.

Dia mengatakan, penolakan tersebut dilakukan karena masih banyak warga lain di desanya yang tergolong kurang mampu tapi malah tidak menerima bansos tersebut.

TRENDING :  Komunitas Peduli TB-HIV 'Aisyiyah Kudus Gandeng Ormas Tangani TB-HIV

Ia berharap dengan pencoretan namanya dari daftar penerima maka alokasi tersebut bisa digantikan warga lain yang lebih membutuhkan.

“Saya merasa tak begitu layak menerima bantuan tersebut. Saya masih punya penghasilan meskipun pas-pasan, tapi masih cukup untuk menghidupi keluarga,” kata Sutrisno Rabu (20-05-2020).

TRENDING :  Sanggar Seni Puring Sari Gelar Lomba Tari Kretek, Tahun ini Peserta Meningkat

Dirinya mengaku tidak tahu kalau namanya masuk dalam BDT pemerintah pusat. Pasalnya, sejauh ini pihaknya tidak pernah menerima program Bansos apapun.

“Baru tahun ini nama saya masuk dalam daftar penerima bantuan,” Pungkasnya.

Sementar itu Camat Mejobo yang dihubungi isknews.com melalui pesan WA menyampaikan ,Prinsipnya kami bangga terhadap pak Sutrisno walaupun ditengah pandemi Corona dan situasi ekonomi yang susah ini, beliau masih mampu bertahan dengan pekerjaannya tanpa menunggu bantuan pemerintah padahal sudah jelas mendapatkan namun menolaknya karena merasa tidak berhak menerimanya.

TRENDING :  Ulama dan Umaro Berkumpul Hadiri Haul Sunan Muria, Raden Umar Said

” Harapan saya ini bisa menjadi panutan bagi warga lain yang memang sudah mampu namun mendapatkan bantuan dari pemerintah hendaknya bisa diberikan kepada warga yang lebih membutuhkan.” Tandasnya. (Mr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :