Tak Ada Anggaran Persiku, Gaji Pemain dan Ofisial Tak Terbayar, Diallo Wadul DPRD

oleh -3.101 kali dibaca
Mantan pemain Persiku Kudus Mamadou Lamarana Diallo mengunjungi DPRD Kudus untuk mengadukan nasibnya yang mengaku belum dibayar gajinya kepada anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus Sandung Hidayat, Senin (03/01/2022). (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Tak adanya kucuran anggaran dari Pemkab untuk Persiku Senior meski kompetisi Liga 3 Jawa Tengah telah berakhir. Sebabkan sejumlah gaji pemain dan ofisial terancam tak terbayarkan oleh eks manajemen Persiku Kudus. Tercatat gaji puluhan pemain dan belasan ofisial hingga kini masih belum dibayarkan oleh manajemen Persiku yang kini telah diberhentikan oleh Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kudus.

Sejumlah pemain dan ofisial dikabarkan menuntut tanggung jawab eks manajemen untuk segera membayarkan kekurangan gaji mereka yang masih harus ditanggung oleh pihak eks manajemen karena mereka mengaku dikontrak hingga akhir Desember kemarin.

Seperti diketahui pada APBD Perubahan yang telah cair pada bulan lalu, Persiku senior tak memperoleh sepeserpun porsi anggaran untuk pembiayaan kegiatan yang telah dilaksanakan selama musim kompetisi Liga 3 Jawa Tengah oleh pihak Askab. Pembeayaan yang muncul sebelumnya merupakan dana pribadi yang diupayakan dari kantong manajer dan anggota manajemen. Apesnya usai kompetisi berlangsung manajemen Persiku justru diberhentikan sepihak oleh Askab dengan alasan tak berprestasi.

Berkait hal tersebut, mantan pemain Persiku Kudus Mamadou Lamarana Diallo mengunjungi DPRD Kudus untuk mengadukan nasibnya yang mengaku belum menerima gaji yang menjadi haknya selama dua bulan kepada anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus Sandung Hidayat pada Senin (03/01/2022).

Diallo mengatakan, aduan ini dilakukannya karena menilai pihak Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kudus dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus belum bisa menyelesaikan masalah tersebut. Padahal, kompetisi Liga Tiga Jawa Tengah telah usai beberapa minggu yang lalu. Namun pemenuhan hak pemain kontrak Persiku tak kunjung terselesaiakan hingga Januari 2022 ini.

“Saya mengadu ke sini karena berharap ada pemecahan masalah,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, baru satu kali menerima gaji kontraknya. Sedangkan di bulan berikutnya belum ada kejelasan pembayaran kontrak tersebut.

Menurut Diallo, yang lebih membingungkan adalah saat ini Manajer Persiku telah di bubarkan oleh Askab Kudus. Pasalnya, pemecatan itu membuatnya tidak bisa lagi meminta pemecahan masalah kepada mantan Manajer Persiku yang dulu menahkodainya. Ia pun berharap tidak ada konflik dalam pemecahan masalah ini supaya hak dari rekan-rekan tim nya bisa segera terpenuhi.

“Saat ini sudah tidak ada komunikasi lagi karena Manager Persiku sudah dipecat,” ucapnya.

Sementara itu anggota Komisi D DPRD Kabupaten Kudus Sandung Hidayat mengatakan, akan berupaya untuk membantu keluhan pemain Persiku yang saat ini belum menerima gaji. Ia pun menilai, masalah ini menjadi preseden buruk untuk persepak bolaan di Kota Kretek.

Selain itu, Sandung juga menyayangkan pembubaran sepihak terhadap Manager Persiku oleh Askab PSSI Kudus. Rencananya, pihaknya akan memanggil Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora), KONI, Askab PSSI serta mantan Manajer Persiku.

“KONI, Askab dan mantan Manajer Persiku belum bisa menunjukkan sinergitas atau kerjasamanya. Ketika manajemen sudah di bubarkan, Askab dan KONI seharusnya bertanggung jawab atas pembubaran pengurusan persiku tersebut seperti menyelesaikan masalah Pemain Persiku yang belum terbayar kontraknya,” tukasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.