Tak Berizin dan Bau, Kandang Ayam di Bulung kulon Kudus Dikeluhkan Warga “Audiensi Deadlock”

oleh -280 kali dibaca
Salah satu warga saat menunjukkan keberadaan kandang ayam yang diprotes warga

Kudus, isknews.com – Warga Dukuh karang wetan Desa Bulung kulon Kecamatan Jekulo mengeluhkan keberadaan kandang ayam  petelur yang berlokasi di RT 4 RW 7 yang diduga melanggar aturan.

Alasannya karena jarak kandang yang terlalu dekat dengan pemukiman, hingga membuat bau menyengat dan lalat berdatangan ke pemukiman warga yang berada tak tak jauh dari kandang ayam.

Pemerintah Desa Bulung kulon, Jekulo, Kudus gelar audiensi antara warga dan pemilik kandang ayam petelur, Kamis (7/4/2022).

Salah seorang warga RT 3 RW 7, Nur Fuad menjelaskan jika warga sekitar kandang mengeluhkan keberadaan kandang peternakan ayam petelur yang lokasinya berdampingan dengan pemukiman warga. Sehingga, warga menginginkan peternakan itu ditutup (dipindah).

“Warga sekitar mengeluh bau dan sesak nafas, kedua lalat, bahkan kadang dari kandang tersebut terdengar suara musik yang keras, inginnya warga supaya kandang ditutup (dipindah) karena (warga) sudah mengeluh,” kata Nur Fuad usai audiensi antara pemilik kandang dan warga yang digelar pemdes Bulung kulon, Kamis (7/4/2022).

Menurutnya, kandang ayam tersebut sudah berdiri sekitar 7 bulan da warga sekitar sudah merasa tidak nyaman dengan keberadaan peternakan ayam dari awal-awal berdiri.

Sebelum audiensi diadakan pihak desa, lanjut Nur Fuad, pihaknya mengirim surat ke Pemerintah Desa Bulung Kulon yang telah ditanda tangani oleh puluhan warga sekitar kandang, diantaranya warga RT 01 RW 07, RT 03 RW 07, RT 04 RW 07, RT 05 RW 07, RT 07 RW 05.

Pada intinya, lanjut Nur Fuad, masyarakat menyatakan keberatan dengan keberadaan kandang ayam yang berlokasi di Rt 04 — Rw 07 Dukuh Karang wetan dengan alasan tidak mempunyai izin dan dan mengganggu kesehatan

“Warga keberatan karena kandang tidak memiliki ijin baik desa maupun lingkungan dan mengganggu kesehatan dilingkungan sekitar kandang,” paparnya sesuai isi surat pernyataan dari warga.

Sementara Kepala Desa Bulung kulon, Ruslan telah memfasilitasi audiensi yang diharapkan untuk menemukan titik temu, akan tetapi hasil musyawarah keduanya belum rampung,

“Hari ini kami gelar audiensi, namun hasilnya deadlock alias belum menemukan titik temu,” ujar Ruslan.

Pasalnya, lanjut Ruslan, Warga minta jika kandang tersebut segera dipindahkan maksimal 2 pekan.

“Pemilik kandang mengajukan untuk diberikan tenggang waktu 6 bulan, lalu ditolak warga sekitar, saya tawari maksimal 3 bulan kandang pindah dan pihak pemilik kandang oke, namun masyarakat sekitar kandang tetap kekeh minta kandang segera dipindahkan maksimal 2 pekan ini sebelum lebaran,” ujar Kades Ruslan usai audiensi.

Sementara itu, pemilik kandang ayam, H. Sawidjan mengatakan siap memindahkan kandang dengan diberikan tenggat waktu, “Awalnya saya menyanggupi 6 bulan, lalu ditolak warga, kemudian saya tawarkan maksimal 3 bulan, namun warga tetap ingin maksimal 2 pekan harus pindah,” terangnya usai audiensi didampingi putra-putranya.

Pemilik kandang menerima keluhan dari warga, namun pihaknya tidak bisa spontan memutuskan kapan karena harus musyawarah dari intern keluarga.

“Pada dasarnya kita tetap mengutamakan kepentingan lingkungan dari pada kepentingan pribadi. Jadi  terkait permintaan warga untuk pindah kandang maksimal 2 pekan, kita diskusikan keluarga dulu,” ucapnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :