Tak Sekadar Mengejar Mimpi, Musikal Menanggung Dua Panggung Angkat Pergulatan Dunia Kerja

oleh -93 Dilihat
Menanggung Dua Panggung oleh Peserta Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya. Foto: BBDF

JAKARTA, ISKNEWS.COM – Menyeimbangkan tuntutan pekerjaan, tanggung jawab keluarga, dan impian pribadi bukanlah perkara mudah. Pergulatan tersebut diangkat dalam pertunjukan musikal Menanggung Dua Panggung yang dipentaskan peserta Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, pada 23–24 Oktober 2026.

Pertunjukan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari ulang tahun ke-13 Galeri Indonesia Kaya. Melalui kisah yang dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari, musikal tersebut mengajak penonton merenungkan arti kesuksesan sekaligus pentingnya menemukan keseimbangan antara kewajiban dan keinginan pribadi.

Cerita berpusat pada Ranting, seorang pemain teater yang juga menjadi tulang punggung keluarga. Ia bergabung dengan Teater Jalar dan selama ini berusaha mewujudkan cita-citanya sebagai pemeran utama di atas panggung.

Namun, setelah menyelesaikan pendidikan kuliah, Ranting dihadapkan pada kenyataan bahwa dirinya harus bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga. Situasi tersebut membuatnya harus membagi perhatian antara tuntutan profesional di tempat kerja dan komitmennya terhadap dunia teater.

Di tengah upaya memenuhi ekspektasi dari dua lingkungan berbeda, Ranting mulai mempertanyakan makna pencapaian yang selama ini dikejarnya. Ia pun dihadapkan pada pertanyaan mengenai apakah pengakuan dan sorotan publik benar-benar menjadi tolok ukur nilai dirinya.

Dalam durasi sekitar 60 menit, kisah tersebut disajikan melalui naskah orisinal dengan format musikal jukebox. Perpaduan dialog, musik, dan gerak panggung menjadi sarana untuk menggambarkan konflik batin tokoh utama ketika menghadapi pilihan-pilihan dalam hidupnya.

Pertunjukan ini memadukan tujuh lagu, yakni Keroncong Kemayoran, Semua Ini Untuk Apa karya Donne Maulana, Makin Lelah karya Payung Teduh, Melukis Senja karya Budi Doremi, Sempurnanya Aku karya NPD, Hasrat Menyala karya Mus Mulyadi, serta Kroncong Protol karya Bondan Prakoso & Fade2Black.

Program Director Galeri Indonesia Kaya, Renitasari Adrian, mengatakan bahwa program Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya menjadi salah satu upaya untuk membuka kesempatan bagi talenta muda dalam mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya seni pertunjukan.

Menurutnya, pementasan Menanggung Dua Panggung merupakan kelanjutan dari proses pembelajaran yang telah dijalani peserta, sekaligus menjadi ruang untuk mengaplikasikan pengalaman mereka dalam produksi karya.

Melalui program tersebut, Galeri Indonesia Kaya berharap dapat berkontribusi terhadap regenerasi pelaku seni pertunjukan serta memperluas apresiasi masyarakat terhadap karya seni Indonesia.

Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya sendiri telah diselenggarakan Indonesia Kaya sejak 2019. Program ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan talenta muda di bidang seni panggung dan mendukung keberlanjutan ekosistem teater musikal di Tanah Air.

Pada Mei 2025, sebanyak 45 peserta batch ketiga menyelesaikan rangkaian pelatihan selama delapan bulan. Dari jumlah tersebut, 15 peserta memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan musikal bersama West End Stage di London pada Desember 2025.

Pengalaman belajar di luar negeri tersebut kemudian menjadi bekal bagi mereka dalam menjalani proses kreatif hingga pementasan Menanggung Dua Panggung di Indonesia.

Salah satu peserta, Herve Pierre Sidharta, yang juga merupakan Abang Jakarta 2026, mengungkapkan bahwa kesempatan mementaskan karya tersebut menjadi pengalaman berharga bagi dirinya dan rekan-rekannya.

Setelah menjalani pelatihan bersama West End Stage di London, mereka dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh melalui proses penggarapan cerita dan penampilan langsung di hadapan penonton.

Ia berharap pertunjukan tersebut dapat mengajak masyarakat melihat lebih dekat perjuangan seseorang dalam membagi waktu dan energi untuk memenuhi tanggung jawab sekaligus mempertahankan impian.

Proses produksi musikal ini juga melibatkan alumni program Intensif Musikal Budaya dalam sejumlah posisi kreatif. Aldafi Adnan bertindak sebagai sutradara, Mariska Setiawan sebagai pengarah vokal, dan Ayu Gurnitha sebagai koreografer.

Keterlibatan para alumni memperlihatkan keberlanjutan proses pembelajaran dalam program tersebut. Para peserta tidak hanya memperoleh kesempatan untuk tampil, tetapi juga dapat berkembang dan berkolaborasi dalam berbagai peran di industri seni pertunjukan.

Selain melibatkan peserta program musikal, produksi ini menggunakan naskah yang ditulis oleh Aprillia Ramadhina dan Jessica Gabriella, dua peserta Ruang Kreatif Penulisan Naskah Teater Musikal. Pengembangan naskah dilakukan melalui proses pendampingan oleh penulis profesional Widya Arifianti.

Bagi Aprillia, yang telah berkarier di industri media dan konten selama lebih dari satu dekade, penulisan musikal tersebut menjadi bagian dari perjalanan kreatifnya. Ia sebelumnya turut menulis naskah musikal Anugerah Terindah bersama Agus Noor, yang mengolah lagu-lagu Sheila on 7 menjadi pertunjukan musikal.

Sementara itu, karya Menanggung Dua Panggung menjadi debut Jessica Gabriella sebagai penulis musikal. Lulusan pendidikan Kimia Institut Teknologi Bandung tersebut menjadikan kegiatan menulis sebagai ruang untuk mengeksplorasi pengalaman manusia, hubungan antarsesama, impian, dan perjalanan menemukan jati diri.

Melalui kisah Ranting, Menanggung Dua Panggung tidak hanya berbicara tentang perjuangan mengejar cita-cita, tetapi juga menggambarkan realitas ketika seseorang harus berhadapan dengan berbagai tuntutan kehidupan.

Pertunjukan yang digelar dalam tiga sesi pada 23 dan 24 Oktober 2026 ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Galeri Indonesia Kaya menghadirkan ruang bagi talenta muda untuk terus belajar, berkolaborasi, dan menghasilkan karya di bidang seni pertunjukan. (AS/YM)