Tak Sepakati Tarif Sewa, Ratusan Pedagang Walkout dari Acara Sosialisasi Relokasi Pasar

oleh -169 Dilihat
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disdag Kudus, Djati Solechah. (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Suasana sosialisasi rencana pemindahan pedagang sayur Pasar Bitingan ke Pasar Saerah pada Kamis, 28 November 2025, mendadak memanas.

Setelah mengungkapkan sejummlah uneg-uneg mereka terkait rencana relokasi pedagang pasar Bitingan ke Pasat Saerah, ratusan pedagang memilih walkout setelah forum tak menemukan titik temu terkait besaran tarif sewa kios dan los yang dinilai memberatkan.

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Perdagangan (Disdag) di kompleks Pasar Saerah itu semula berjalan kondusif.

Namun, saat pembahasan mengenai tarif sewa dibuka, sejumlah pedagang langsung menyampaikan keberatan. Mereka menilai tarif yang berlaku di Pasar Saerah Rp 50 ribu per hari untuk kios berukuran 3×3 meter dan Rp 18 ribu per hari untuk los 2×2 meter terlalu tinggi untuk kondisi pasar yang belum tentu ramai setelah relokasi.

Ketegangan meningkat ketika perwakilan pedagang meminta penurunan tarif hingga 50 persen atau menjadi Rp 25 ribu untuk kios dan Rp 9 ribu untuk los.

Tidak adanya keputusan langsung dalam forum membuat banyak pedagang menilai kehadiran mereka tidak membawa hasil yang jelas.

Merasa aspirasinya tidak direspons secara konkret, massa pedagang mulai berdiri dan keluar meninggalkan aula sosialisasi.

Pedagang mulai meninggalkan forum, karena merasa aspirasinya tidak direspons secara konkret. (Foto: YM)

Beberapa pedagang bahkan menyampaikan ketidakpuasan mereka sembari keluar dari ruangan.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disdag Kudus, Djati Solechah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tahap awal menyamakan persepsi sebelum relokasi dilakukan.

Pihaknya juga telah menerima usulan penurunan tarif dan memastikan akan meneruskannya kepada pimpinan manajemen Pasar Saerah.

“Untuk biaya sewa nanti biar diteruskan ke pimpinan dari pihak Pasar Saerah, kemungkinan saja nanti bisa berubah,” jelasnya.

Meski para pedagang melakukan walkout, Djati menegaskan pemerintah tetap siap menyesuaikan pola relokasi sesuai aspirasi pedagang, termasuk permintaan pemindahan dilakukan secara serempak.

Menurutnya, Pasar Saerah memiliki kapasitas yang cukup besar untuk menampung seluruh pedagang sayur yang berjumlah 397 orang.

“Kalau mau minta serempak dipindah, Pasar Saerah sudah menyanggupi,” ujarnya.

Perwakilan manajemen Pasar Saerah, Muhammad Faiz, menambahkan bahwa tarif yang berlaku saat ini sudah mencakup biaya kebersihan, keamanan, penerangan, hingga operasional pasar yang dibuka selama 24 jam.

“Kalau minta separuh nanti kita komunikasikan ke pimpinan, karena semua kan harus ada konfirmasinya. Operasional 24 jam itu biayanya besar, dan para pedagang belum memahami itu,” terangnya.

Relokasi pedagang Pasar Bitingan menjadi bagian dari implementasi RPJMD 2025–2025, terutama proyek pembangunan rumah sakit baru di kawasan eks Matahari serta pengembangan fasilitas RSUD dr. Loekmono Hadi.

Pemindahan ditargetkan rampung Desember 2025. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :