Tali Akrap Apresiasi Pelantikan Pengurus DPC API Kudus

oleh
Pengurus DPC API
Foto: Ketua DPD API Jateng, Pendeta Bambang Mulyono (berjas hitam) menyerahkan bendera DPC API Kudus kepada Ketua DPC API Kudus, Pendeta Sriyono. (Istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosisasi Pendeta Indonesia (API) Jawa Tengah, melantik kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) API Kabupaten Kudus di Gereja Bukit Sion, Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kudus, Selasa (13-02-2018).

Ketua DPD API Jateng, Pendeta Bambang berpesan, agar kepengurusan yang baru saja terbentuk langsung berkarya untuk mewarnai kehidupan menjadi lebih baik. Selain itu, berintegritas, berkomitmen dan bertanggungjawab terhadap jemaat.

“Tanggunjawab dalam kehidupan sesuai kehendak Tuhan,” katanya dihadapan jemaat dan tamu undangan.

TRENDING :  Dua Perangkat Desa Tluwuk Resmi Di Lantik

Diketahui, dalam pelantikan dan pengukuhan itu, Pendeta Sriyono dipercaya untuk menjadi Ketua DPC API Kudus, sementara Pendeta Handika sebagai Sekretaris. Selanjutnya, Bendahara diampu oleh Pendeta Suroto dan Penasehat dipercayakan kepada Pendeta Herin Kajayanto.

Dijelaskan Bambang, mereka yang dilantik memiliki tugas mempersatukan hamba Tuhan, menyampaikan suara kenabian, penjaga umat dan saling menghormati meskipun beda dogma maupun liturgi.

TRENDING :  Pelantikan 11 Anggota PPD Mejobo Berlangsung Hikmad

Sementara itu, Pegiat Komunitas Lintas Agama dan Kepercayaan Pantura (Tali Akrap) Kabupaten Kudus, Moh Rosyid memberikan, apresiasi dengan kepengurusan baru ini. “Semoga dengan pelantikan ini, mampu meningkatkan interaksi dengan umat lintas agama. Serta terwujudnya Kabupaten Kudus yang multi agama yang penuh ketenteraman dan toleran.”

TRENDING :  31 PNS Jabatan Fungsional Bidang Kesehatan Dilantik

Dikatakan Rosyid, banyaknya organisasi yang terbentuk oleh pemimpin agama sebagai fakta bahwa umat beragama apa pun agamanya, harus lebih dewasa melalui organisasi yang terbentuk.

“Bila ada riak kecil yang mencoba mengadu domba untuk disikapi dengan kedewasaan, yakni tak mudah terprovokasi tapi lebih mawas diri,” tandas dosen STAIN Kudus itu. (AJ/AM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :