Talkshow Forum OSIS Kudus di New Shantika Bersholawat, Habib Ja’far Serukan Moderasi dan Toleransi

oleh -236 Dilihat
Ketika perbedaan menjadi kekuatan. Habib Husein Ja’far dan Naufal Mahib bersama Elizabet (tengah), sosok non-muslim yang turut membantu suksesnya New Shantika Bersholawat dengan penuh rasa hormat. Sabtu malam (26/7/2025). (Foto: Capture Akun Youtube DV PICTURE)

Kudus, isknews.com – Lapangan Desa Puyoh, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Sabtu malam (26/7/2025), menjadi saksi semaraknya gelaran tasyakuran lahirnya Alura Aizel Mecca & Byon Alkairo Malik serta Milad Naufal Mahib Ke-17 dengan mengadakan New Shantika Bersholawat, sebuah acara penuh keberkahan yang dirangkai dengan talkshow inspiratif dan dilanjutkan dengan bersholawat bersama para habaib dan kiai terkemuka.

Dalam talkshow yang menghadirkan Habib Husein Ja’far Al Hadar, Forum Komunikasi OSIS Kudus mendapat sorotan positif. Habib Ja’far mengapresiasi peran aktif para pemuda yang telah menginisiasi dan menyukseskan acara ini, termasuk keterlibatan saudara-saudara non-muslim seperti siswi yang bernama Elizabet, yang turut membantu dengan penuh hormat dan toleransi.

“Teman-teman Forum OSIS Kudus luar biasa. Di antara mereka ada saudara kita non-muslim seperti Elizabet, yang bahkan mengenakan jilbab malam ini sebagai bentuk penghormatan, bukan karena berpura-pura, tapi karena nilai tenggang rasa,” ujar Habib Ja’far di tengah tepuk tangan hadirin.

Habib menekankan bahwa tindakan seperti itu merupakan wujud nyata dari nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin, serta ajaran Nabi Muhammad SAW yang mengenali dan menghargai kebaikan orang lain, bahkan dari hal-hal kecil. “Salah satu diantara sifat Nabi, beliau mengenali dan menghargai orang-orang yang berjasa, meski dari hal yang kecil, dan melupakan kesalahan orang lain, meski besar,” tegasnya.

Dalam ceramahnya, Habib Ja’far juga mengajak para pemuda untuk memperjuangkan kesetaraan, mengamalkan tasawuf, serta hidup dengan moderasi dan toleransi di tengah tantangan zaman. Ia menekankan pentingnya menyampaikan dakwah dengan cara santun dan penuh kedalaman nilai-nilai agama.

Suasana haru dan hangat makin terasa saat Habib mendoakan Elizabet secara khusus di atas panggung. “Semoga panjang umur, sehat walafiat, sukses kariernya, didekatkan jodohnya, dan tercapai semua cita-citanya. Apa yang disemogakan, semoga tersemogakan,” doanya disambut amin dari para hadirin.

Elizabet pun sempat bertanya kepada Habib soal boleh atau tidaknya seorang non-muslim masuk ke masjid atau makam Muslim, seperti di kawasan Menara Kudus. Habib menjelaskan bahwa dalam sejarah Islam, bahkan Nabi Muhammad pernah mempersilakan umat Kristen Najran untuk beribadah di masjid, sebagai bentuk penghormatan antar agama.

“Jadi, bukan hanya boleh masuk, bahkan kalau mau masuk Islam juga boleh,” canda Habib disambut tawa hangat dari penonton.

Acara ditutup dengan sholawat bersama yang menghadirkan nama-nama besar seperti Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, Habib Ali Zainal Abidin Al-Kaff, Habib Muhammad Farid Al-Mutohar, KH. Taj Yasin Maimoen, dan KH. Ahmad Asnawi Kudus.

Panggung New Shantika Bersholawat malam itu menjadi bukti bahwa Kudus tak hanya dikenal dengan warisan budaya dan sejarahnya, tapi juga sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan persaudaraan lintas iman, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Sunan Kudus dengan ajaran bijaknya, yakni menyembelih kerbau sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Hindu.

Semoga semangat ini terus menyala di bumi Kudus, dalam setiap hati pemudanya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :