Kudus, isknews.com – Destinasi Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus segera bertransformasi. Pasalnya, tempat wisata keluarga Taman Krida Kudus yang sudah lama menjadi ikon daerah ini tengah dilirik investor dan direncanakan akan disulap menjadi mini zoo serta area bermain yang lebih indah dan menarik.
Kepala BPKAD Kudus, Djati Solechah, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang memproses mekanisme lelang pengelolaan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Sebelum lelang dilakukan, aset Taman Krida sedang dalam tahap penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).
“Penilaian ini dilakukan agar harga lelang sesuai dan berimbang. Nantinya pihak ketiga akan mengikuti lelang untuk bisa mengelola Taman Krida,” jelasnya.
Selain Taman Krida, Pemkab Kudus juga berencana memasukkan Wisata Colo dalam daftar objek yang akan dilelang pada tahun 2026 mendatang. Beberapa titik di kawasan wisata religi tersebut tengah dipersiapkan untuk masuk dalam mekanisme pengelolaan pihak ketiga.
Djati menegaskan, sistem lelang dipilih agar potensi kebocoran pendapatan daerah dapat diantisipasi. Dengan mekanisme ini, pemenang lelang wajib membayar nominal yang ditentukan di muka. “Artinya, pemasukan daerah sudah pasti. Sedangkan untuk pembangunan seperti rencana mini zoo di Taman Krida, itu ditanggung oleh pemenang lelang, bukan pemerintah,” tegasnya.
Ia menambahkan, langkah ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) di tengah adanya wacana pengurangan dana transfer pusat ke daerah. Oleh karena itu, optimalisasi aset wisata menjadi strategi penting untuk menopang keberlangsungan pembangunan di Kabupaten Kudus.
“Harapannya, pengelolaan lewat investor bisa lebih profesional, atraksi wisata makin berkembang, dan pada akhirnya memberikan manfaat maksimal bagi pendapatan daerah serta masyarakat Kudus,” pungkasnya. (AS/YM)







