Tambah 32, Kasus Konfirmasi COVID-19 di Kudus Capai 3326

oleh -200 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Perkembangan kasus COVID-19 di Kabupaten Kudus sampai saat ini terdapat 1313 kontak erat masih dipantau, 190 suspek, dan 67 probable. Dari 190 suspek dalam wilayah sebayak 88 dirawat dan 102 isolasi mandiri. Untuk 67 kasus probable dalam wilayah terdapat 67 kasus meninggal.

Satuan Tugas penanganan Covid-19 Kudus Dokter Andini Aridewi dalam siaran persnya Rabu (23/12/2020) mengatakan ternotifikasi kasus konfirmasi COVID-19 di Kudus sebanyak 3326 kasus dari dalam wilayah. Dari 3326 kasus dalam wilayah tersebut 156 kasus dirawat, 367 kasus isolasi, sembuh 2561 kasus dan meninggal 342 kasus.

Dari data tersebut terdapat penambahan 32 (tiga puluh dua) kasus positif Covid-19 Confirm baru berasal dari dalam wilayah.

 Adapun 32 (tiga puluh dua) kasus positif Covid-19 Confirm baru dari dalam wilayah, sebagai berikut (L = laki-laki dan P = perempuan)  :

  1. 7 (tujuh) kasus yang berasal dari Kecamatan Bae yang terdiri dari Desa Bae (P), Desa Dersalam (L), Desa Gondangmanis (P), Desa Pedawang (P), Desa Peganjaran (L) dan Desa Purworejo (P).
  2. 2 (dua) kasus yang berasal dari Kecamatan Jati yang terdiri dari Desa Loram Wetan (P) dan Desa Ngembal Kulon (L).
  3. 4 (empat) kasus yang berasal dari Kecamatan Jekulo yang terdiri dari Desa Bulungkulon (L),Desa Hadipolo (2L), dan Desa Tanjungrejo (L).
  4. 3 (tiga) kasus yang berasal dari Kecamatan Kaliwungu yang terdiri dari Desa Garung Lor (2L) dan Desa Prambatan Lor (L).
  5. 4 (empat) kasus yang berasal dari Kecamatan Kota yang terdiri dari Desa Barongan (P), Desa Langgardalem (P), Desa Panjunan (P), dan Desa Sunggingan (L).
  6. 4 (empat) kasus yang berasal dari Kecamatan Mejobo yang terdiri dari Desa Jepang (P), Desa Kesambi (P), Desa Payaman (L) dan Desa Tenggeles (P).
  7. 8 (delapan) kasus yang berasal dari Kecamatan Undaan yang terdiri dari Desa Glagahwaru (L, P), Desa Kutuk (L, 2P), Desa Undaan Kidul (P), dan Desa Undaan Lor (L,P).

Terdapat 1 (satu) kasus positif confirm yang dinyatakan meninggal dunia.

Adapun 1 (satu) kasus positif confirm yang dinyatakan meninggal dunia, yaitu seorang Perempuan berusia 63 tahun berdomisili di Desa Purworejo Kecamatan Bae. Dirawat d RS Mardi Rahayu tanggal 20 Desember 2020 dengan penyakit penyerta.

Terdapat  27 (dua puluh tujuh) kasus yang dinyatakan sembuh.

Adapun 27 (dua puluh tujuh) kasus yang dinyatakan sembuh, sebagai berikut :

  1. 4 (empat) kasus yang berasal dari Kecamatan Bae yang terdiri dari Desa Bae (L), Desa Gondangmanis (L), Desa Ngembalrejo (P), dan Desa Purworejo (P).
  2. 4 (empat) kasus yang berasal dari Kecamatan Dawe yang terdiri dari Desa Kandangmas (P), Desa Kuwukan (L, P), Desa Puyoh (P).
  3. 2 (dua) kasus yang berasal dari Kecamatan Gebog yang terdiri dari Desa Gondosari (L) dan Desa Gribig (P).
  4. 5 (lima) kasus yang berasal dari Kecamatan Jati yang terdiri dari Desa Jati Wetan (2L, P), Desa Jepangpakis (P), dan Desa Pasuruhan Lor (L).
  5. 4 (empat) kasus yang berasal dari Kecamatan Jekulo yang terdiri dari Desa Desa Bulung Kulon (P), Desa Bulungcangkring (2L) dan Sidomulyo (L).
  6. 3 (tiga) kasus yang berasal dari Kecamatan Kaliwungu yang terdiri dari Desa Mijen (L), Desa Prambatan Kidul (L),dan Desa Prambatan Lor (L).
  7. 3 (tiga) kasus yang berasal dari Kecamatan Kota yang terdiri dari Desa Burikan (L), Desa Kauman (L), dan Desa Krandon (P).
  8. 2 (dua) kasus yang berasal dari Kecamatan Mejobo yang terdiri dari Desa Hadiwarno (L) dan Desa Tenggeles (L).

Terdapat 1 (satu) kasus probable yang dinyatakan meninggal dunia.

Adapun 1 (satu) kasus probable yang dinyatakan meninggal dunia, yaitu seorang Laki-laki berusia 55 tahun berdomisili di Desa Peganjaran Kecamatan Bae. Dirawat d RS Aisyiyah tanggal 21 Desember 2020 dengan penyakit penyerta.

Perlu diperhatikan, penting untuk mencegah penularan atau penyebaran COVID-19 adalah tetap waspada dan disiplin mematuhi berbagai ketentuan Pemerintah. Pertama, betul-betul mematuhi social distancing (menjaga jarak sosial) dengan tidak keluar rumah kecuali untuk hal-hal yang sangat penting. Saat harus keluar rumah, usahakan selalu melakukan physical distancing (menjaga jarak fisik) dengan menghindari kerumunan dan menjaga jarak minimal 1-2 meter dari orang lain. Kedua, selalu memakai masker saat berada di tempat umum.

Ketiga, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau dengan hand sanitizer selama minimal 20 detik terutama setelah menyentuh benda-benda yang disentuh banyak orang. Jangan pernah menyentuh daerah wajah terutama mata, hidung, dan mulut bila belum mencuci tangan. Keempat, selalu menerapkan etika batuk yang benar, yaitu menutup mulut dan hidung dengan tisu atau dengan lengan atas pada saat batuk, setelah itu membuang tisu ke tempat sampah tertutup dan cuci tangan dengan benar. Dan kelima, selalu mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan istirahat yang cukup sehingga daya tahan tubuh terhadap COVID-19 selalu optimal. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :