Tamzil-Hartopo Minta Restu Kader PKB Kudus

oleh -266 Dilihat
oleh
Paslon Pilkada Kudus nomor urut 5 M Tamzil-Hartopo (TOP) saat memaparkan visi misi di depan kader PKB Kudus. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Kudus nomor urut lima, M Tamzil dan Hartopo (TOP), meminta dukungan dan doa restu kepada kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kudus, untuk kembali memimpin periode 2018-2023.

Hal itu disampaikan keduanya dalam rapat koordinasi pengurus ranting DPC PKB Kudus yang diselenggarakan di Griya Raharja, Kamis (08-03-2018). ”Kami minta dukungan dan doa restunya kembali memimpin Kudus, dan menjadikan kota ini menjadi Kota Santri,” kata Tamzil dalam sambutannya yang disambut meriah para kader PKB.

Pada kesempatan itu, Tamzil kembali menyampaikan program andalannya yang akan diusung jika kembali terpilih. Diantaranya akan menjamin kesejahteraan guru madrasah dengan cara memberikan honor Rp 1 juta tiap bulan.

Paslon Pilkada Kudus nomor urut 5 M Tamzil-Hartopo (TOP) saat memaparkan visi misi di depan kader PKB Kudus. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Selain guru madrasah, khotib masjid dan mushola, serta pemelihara tempat ibadah juga akan mendapatkan tunjangan yang sama. ”Kami ingin Kudus kembali kepada identitasnya yakni Kota Santri. Di mana di kota inilah banyak santri dan ulama,” ujarnya.

Ditambahkan Tamzil, untuk mewujudkan Kudus yang mandiri pihaknya akan mengadakan pelatihan dan pendampingan wirausaha. Setiap tahunnya 500 orang akan dilatih menjadi wirausaha dan juga diberikan modal.

Sektor pertanian juga tidak luput dari perhatian mantan Bupati Kudus 2003-2008 itu. Dia menjamin penyaluran pupuk bagi petani tidak akan ada masalah. ”Semuanya akan diatur dan dibagi sama rata. Petani harus makmur,” imbuhnya.

Bagi kalangan pekerja juga akan disediakan rumah murah dan jaminan kesehatan. Khusus untuk jaminan kesehatan bagi warga, dia akan meneruskan program bupati saat ini. Menurutnya, program berobat gratis bagi warga yang tidak mampu sudah sangat tepat.

Hanya saja nantinya kan ditambah lagi dengan fasilitas, yakni bantuan sosial bagi keluarga yang menunggu sebesar Rp 50 ribu per hari. Hal itu dimaksudkan agar membantu beban keluarga yang sakit, sebab ketika menunggu di rumah sakit, tidak bisa bekerja dan tidak memperoleh pemasukan. (MK/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.