Tanah Masih Sewa, SMK 3 Terhambat Bantuan Akademik Dari Pusat

oleh -1,033 kali dibaca

KUDUS, isknews.com – SMKN-3 Kudus, sejak berdiri pada 2007 hingga sekarang, menempati tanah desa milik desa setempat, yakni Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus dengan status sebagai penyewa. Hal itu berdampak pengembangan akademik sekolah tersebut menjadi terhambat, karena untuk bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, salah satu persyaratannya, harus memiliki tanah sendiri.
Kepala SMK 3 Kudus, Saiful Hadi, yang dihubungi isknews.com, di ruang kerjanya, Sabtu (25/6), membenarkan hal itu. Menurut dia, bantuan atau kebutuhan yang dirasa sangat mendesak untuk pengembangan sekolahnya, adalah penambahan ruang kelas, ruang guru dan ruang kerja kelaka sekolah. Untuk ruang kelas, dari jumlah 11 ruang kelas yang ada sekarang ini, membutuhkan penambahan sebanyak enam kelas. Sedangkan ruang guru dan ruang kepala sekolah, masih nebeng di ruang praktek.

Upaya untuk mendapatkan bantuan fasilitas di atas, baik ke pemerintah provinsi maupun pusat, hampir setiap tahun diajukan oleh pihak sekolah. Namun dengan dengan belum terpenuhi persyaratan yang terkait dengan status tanah itulah, bantuan itu tidak kunjung turun. “Kami tidak bisa berbuat apa-apa terkait dengan tanah yang ditempati SMK 3 ini, karena hubungan kerjasamanya langsung antara Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Kudus dengan Desa Kalirejo.”

Mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada Tahun Pembelajaran (TP) 2016-2017 ini, Saiful menjelaskan, SMK 3 Kudus menerima PDB sebanyak 274 siswa, terbagi Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) 128 siswa, Jurusan Tata Busana (TB) 108 siswa, Jurusan Teknik Pengolahan Hasil Pertanian (TPHP) 64 siswa dan Jurusan Teknik Komputer & Jaringan (TKJ) 64 siswa.
“Dari empat jurusan itu, TPHP cukup banyak diminati, meskipun pilihan pertama dari calon PDB, adalah TKR dan TKJ.”

Kepala SMK 3 Kudus itu menambahkan, sekarang jumlah PD Kelas-X dan Kelas-XI sebanyak 715 siswa, terbagi masing-masing 11 dan 9 kelas. “Sebagian besar siswa berasal dari Kecamatan Undaan, namun karena letak sekolah yang berdekatan dengan perbatasan Pati, ada juga siswa yang berasal dari kabupaten tersebut. Jumlahnya tidak sampai 10%.” (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :