Tangani HIV AIDS, ODHA Butuh Perhatian Keluarga dan Lingkungan Sekitar

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Kepala Sekertariat KPA Provinsi Jawa Tengah, Zaenal Arifin, menyatakan bahwa penanganan HIV/AIDS harus dilakukan sejak dalam kelompok paling kecil. Yakni pada tataran keluarga dan lingkungan sekitar. Sebab, jika kelompok terkecil saja tidak mengoptimalkan perannya sebagai motivator Orang Dengan HIV AIDS (ODHA), si ODHA tidak akan berani mengungkapkan apa yang dideritanya dan dianggap sebagai aib tersebut.

TRENDING :  SMP Swasta di Kudus Ada Yang Sudah Mulai Buka Pendaftaran Siswa

”Penandatanganan komitmen tersebut oleh para pihak terkait tidak akan terealisasi tujuannya, kalau yang menandatangani masih enggan bergaul dengan ODHA. Mereka butuh didampingi dan dikasihi. Biar bagaimanapun, mereka adalah bagian dari kehidupan kita semua,” terang Zaenal saat rapat koordinasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) di Ruang Rapat lantai 3 Gedung Kominfo Kudus, Rabu (9/10/2019).

Sementara itu, Plt Bupati Kudus, HM Hartopo menilai perlunya dibentuk suatu Satuan Tugas (Satgas) independen yang bertugas membantu mengatasi permasalahan HIV-AIDS di masyarakat.

TRENDING :  Tari Gusjigang, Gambarkan Kehidupan Masyarakat Kudus

Keberadaan Satgas ini diharapkan dapat mempercepat penanganan maupun pencegahan penyakit AIDS di masyarakat secara kontinyu.

“Kedepan, kami harapkan ada satgas atau tim independen yang selalu mengadakan penyuluhan dengan stakeholder dan kelompok-kelompok masyarakat. Sehingga para penderita AIDS dapat termonitor dan secepatnya bisa terobati,” ujarnya.

TRENDING :  Ratusan Pelaku UMKM Kudus Ikuti Workshop Tata Kelola Pembukuan Usaha

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Joko Dwi Putranto optimis jika komitmen kuat antara KPAD, Pemkab Kudus dan masyarakat bisa saling bersinergi, maka bisa tercapai.

“KPAD akan menargetkan zero infeksi baru, zero kematian akibat Aids, dan zero diskriminasi terhadap penderita AIDS,” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :