Tangkal Radikalisme, Generasi Muda Dituntut Miliki Kemampuan Deteksi Dini

oleh -55 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kebangpol) Kudus, Harso Widodo meminta kalangan generasi muda untuk berperan serta dalam menjaga kondusifitas dan mengantisipasi masuknya gerakan radikalisme serta terorisme. Untuk itu, generasi muda juga harus memiliki kemampuan deteksi dini terhadap gerakan radikalisme dan terorisme.

“Saya berharap, Anda sebagai generasi muda harus mampu mendeteksi dini gerakan radikalisme dan terorisme. Ini bisa dilatih. Segera laporkan ke aparat keamanan jika menemui hal-hal itu di lingkungan Anda,” kata Harso saat sosialisasi tentang optimalisasi peran masyarakat dalam rangka deteksi dini dan antisipasi gangguan keamanan terhadap kelompok radikal, di Pondok Pesantren Al-Mu’ayyad, Rabu (4/11/2020).

Kegiatan yang diikuti puluhan santri itu mengangkat tema Peran dan kontribusi generasi milenial dalam upaya pencegahan radikalisme. Dengan mendatangkan 3 narasumber, diantaranya Mukhlisin, dari Kodim pasiter, Ulin Nuha dari Kemenag, dan Kepala Kantor Kesbangpol Kudus.

Harso menyebut kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan bagi generasi milenial dalam hal ini santri di pondok pesantren tentang kewaspadaan nasional. Disamping itu, juga untuk melatih generasi muda agar memiliki kemampuan deteksi dini terhadap gerakan radikalisme dan terorisme.

Selain itu, Harso juga meminta kepada generasi muda bijak dalam memilah informasi dan tidak berkomentar dengan kalimat negatif. Meski kebebasan berpendapat, berekspresi, dan berkumpul dilindungi oleh regulasi, namun dalam Undang-undang (UU) ITE ada aturan yang bisa dipergunakan untuk menjerat seseorang penebar informasi yang belum tentu kebenarannya, berita palsu ataupun ujaran kebencian.

“Tantangan generasi muda sekarang cukup berat karena perkembangan teknologi yang pesat. Karena itu, bijaklah dalam memilah atau menyampaikan informasi. Jangan mudah terprovokasi dengan berita yang belum tentu kebenarannya dan jangan gampang terbawa arus negatif, termasuk gerakan radikalisme,” ujarnya.

Di sisi lain, Pembinaan generasi muda sebagai penerus bangsa merupakan bagian dari pembangunan manusia seutuhnya.

“Pembangunan manusia inilah yang menjadi prioritas pembangunan di Kudus. Jika manusia sudah sejahtera, berpendidikan dan sehat tentunya akan lebih mudah dalam menangkal masuknya gerakan-gerakan radikalisme,” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :