Target Tak Terpenuhi, Anggota Ormas Lindu Aji Gelar Sosialisasi Hak Kelola Parkir Pasar Kliwon

oleh

Kudus, isknews.com – Ratusan anggota Ormas DPC Lindu Aji – Kolo Cokro Kabupaten Kudus pagi tadi menggelar apel di parkiran lantai atas Pasar Kliwon Kudus. Kehadiran mereka adalah terkait lahan parkir yang selama ini dikelola oleh mereka melalui PT Kala Cakra Mandiri (KCM) sebagai pemenang tender pengelolaan lahan parkir di Pasar grosir terbesar di Pantura Jawa Tengah ini.

Usai apel dan briefing yang dilakukan oleh pimpinan mereka, ratusan anggota Lindu Aji itupun menyebar untuk bergerak melakukan sosialisasi kepada para pemilik kios yang didepannya adalah lokasi lahan parkir yang diakuinya berada dibawah pengelolaan mereka

Menurut Suhadi, Ketua DPC Lindu Aji Kolocokro Kudus yang juga direktur PT KCM, Aksi damai yang dilakukan beserta anggota Lindu Aji ini adalah dalam rangka memberikan sosialisasi kepada para pedagang terkait lahan parkir yang ada di depan kios-kios mereka adalah dibawah pengelolaan PT Kalacakra Mandiri.

“Makanya hari ini kami sengaja mengundang para wartawan agar jangan ada persepsi yang negatif tentang kehadiran kami di Pasar Kliwon ini, karena aksi kami ini adalah aksi damai,” katanya dihadapan sejumlah awak media yang meliputnya, Rabu (10/06/2020).

Menurutnya, DPC Lindu Aji kabupaten Kudus mau menertibkan dan memberi informasi kepada para pedagang karena yang memenangkan lelang adalah pihaknya.

Pendapatan parkir kami tak mencapai target ideal. Ini kata dia, adalah akibat lahan yang ada didepan kios-kios itu digunakan parkir oleh karyawan mereka, dan tidak mau membayar. Mereka beralasan menaruh kendaraan di depan toko dan kios sendiri.

Ketua DPC Lindu AJi Kolo Cokro Kudus, Suhadi bersama fungsionaris Ormas tersebut saat memberikan sosialisasi kepada para pedagang dan pemilik kios terkait hak pengelolaan lahan parkir di Pasar Kliwon (Foto: YM)

“Padahal para pedagang selama ini hanya membayar sewa toko dan kios,
tidak termasuk lahan parkir. Lahan itu kita sewa dengan satuan permeter,” kata dia.

Pengelola retribursi parkir di area Pasar Kliwon Kecamatan Kota Kudus dengan luasan 5.325 meter per segi (m2) mengeluhkan turunnya pendapatan khususnya selama masa pandemi Covid-19 sebesar hampir
mencapai 50 persen setiap bulannya.

“Sudah beberapa bulan selama masa pandemi Covid-19 ini kami merugi, karena setoran dari pelaksana parkir di lapangan tidak stabil,” ujar Suhadi,

Pemasukan dari sektor parkir tidak cukup bagi pihak pengelola untuk membayar kontrak sesuai perjanjian sewa lahan sebesar Rp 33,050 juta per bulan.

“Belum termasuk tambahan PPN sebesar 20 persen,” keluh dia.’

Perjanjian sewa lahan parkir Pasar Kliwon diteken pihak kedua PT KCM dengan pihak pertama Dinas Perdagangan Kabupaten
Kudus, 14 Juni 2019 selama tiga tahun.

Suhadi bersama Ormas Lindu Aji kemudian mencoba melakukan
evaluasi dengan mengerahkan sekitar 150 anggotanya untuk melakukan
pengawasan selama sepekan di lapangan.

” Selain itu melakukan sosialisasi kepada para pemilik serta karyawan toko dan kios di Pasar Kliwon agar bersedia membayar saat mereka memarkir kendaraan di depan tempat dasar dagangan,” ungkapnya.

Sejumlah anggota Lindu Aji berkeliling memberikan sosialisasi dengan menggunakan megaphone kepada para pedagang dan pengunjung pasar Kliwon Kudus (Foto: YM)

Sesuai perjanjian, penarikan retribusi parkir di Pasar Kliwon diminta
melibatkan pengelola pihak ketiga dan petugas parkir lama. Namun dalam
perjalanan, pihak ketiga dinilai lebih mendominasi penguasaan area
lahan parkir hingga sekitar 60 persen.

“Kami ingin memaksimalkan pendapatan parkir dengan menarik pemilik maupun karyawan toko dan kios yang ada di Pasar Kliwon,” terangnya.

Sementara setoran harian pengelola pihak ketiga dan petugas parkir lama selama satu bulan tidak stabil. Karena tidak boleh ada ikatan perjanjian, maka kewajiban setoran layak menjadi terabaikan.

Menurutnya, setiap bulan pihaknya harus membayar sewa lahan parkir
sebesar Rp 33,050 juta dari luas lahan 5.325 m2 (Rp 6.206 per m2),
ditambah PPN 20 persen atau total pengeluaran per bulan mencapai
sekitar Rp 40 juta.

Sebelum masa pandemi, PT KCM masih mendapatkan keuntungan meski sangat minim. Sejak masa pandemi Covid-19, setoran dari pihak ketiga dan petugas parkir lama mengalami penurunan drastis, hanya sekitar Rp 25 juta per bulan.

Dari pihak ketiga yang menguasai lahan parkir sekitar 60 persen, biasanya setoran Rp 800 ribu per hari atau sekitar Rp 24 juta  perbulan. Tetapi selama masa Covid-19 turun drastis, bahkan sering kali kurang dari separuhnya.

“Dari evaluasi, kami hanya ingin satu pengelola saja yakni PT KCM. Tidak boleh ada bos di dalam bos, sehingga pengendali petugas parkir langsung di bawah PT KCM,” tegasnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Sudiharti melalui Kabid
Pengelolaan Pasar Albertus Harys Yunanta mengatakan, target pendapatan
parkir Pasar Kliwon Kudus sebesar Rp 396,606 juta per tahun atau Rp
33,050 juta per bulan, diperoleh dengan cara sewa lahan sehingga
realisasinya langsung tertutup.

Pihak kedua dalam perjanjian pengelolaan sewa lahan parkir Pasar Kliwon, yakni PT KCM. Sedang penarikan retribusi di lapangan diminta tetap melibatkan petugas lama.

Terdapat tiga pasar yang pendapatan parkirnya dilakukan melalui
perjanjian sewa lahan, yaitu Pasar Kliwon, Pasar Bitingan, dan Pasar
Jember.

“Selama ini pembayaran sewa lahan parkir berjalan lancar. Semua bayar di muka setiap awal bulan, sehingga dapat dipastikan realisasi target pendapatan parkir ketiga pasar tersebut tidak ada masalah,” tutur Harys. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :