Target Terlampaui Usai BPPKAD Tagih Tunggakan Wajib Pajak

oleh

Kudus, isknews.com – Pendapatan pajak oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus tahun anggaran 2016 lalu, realisasinya mencapai di atas 100 persen dari target. Keberhasilan itu setelah Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus, menagih sejumlah wajib pajak yang menunggak atau kurang pembayarannya. Pendapatan pajak Kabupaten Kudus , pada TA 2016 lalu, dari target total target yang ditetapkan sebesar Rp 77.322.717.000, realisasinya sebesar Rp 84.453.872.873. atau sebesar 109,22 persen dari target.

Kepala BPPKAD Kabupaten Kudus, Eko Jumartono, yang dihubungi isknews.com, Rabu (22/03), di ruang kerjanya, membenarkan hal itu. Menurut dia, dari 11 jenis pendapatan pajak di Kabupaten Kudus, pajak hotel dan restoran yang realisasinya nyaris tidak mencapai target. Terkait hal itu, BPPKD pun melakukan penagihan terhadap para wajib pajak di kalangan pengusaha hotel dan restoran, sehingga pada 31 Desember 2016, pendapatan pajak Kabupaten Kudus bisa terealisasi sesuai target, bahkan melebihi. “Imbaun kami, para wajib pajak di Kabupaten Kudus, melaporkan secara riil, besarnya pajak yang harus disetorkan ke kas daerah, serta tepat waktu pembayarannya.”

TRENDING :  Single Data System, Mulai Diberlakukan

Dari 11 jenis penerimaan pajak, ungkapnya lanjut, realisasinya ada yang mencapai hingga 150 persen lebih, namun ada juga yang mencapai 100,35 persen. Rinciannya sebagai berikut, pajak hotel, target Rp 1.475.000.000, realisasi Rp 1.626.606.900, tercapai sebesar 110% dari target, terdapat kelebihan sebesar Rp 115.606.900. Pajak restoran, target tercapai Rp 3.178.000.000, realisasi Rp 4.589.752.327, atau 114,42 persen, kelebihan sebesar Rp 1.411.752.327. Pajak hiburan, target Rp 250.000.000, realisasi sebesar Rp 330.580.350, atau 132,23 persen dari target, kelebihan sebesar Rp 80.580 .350.

TRENDING :  Kepatuhan WP di Jepara Meningkat 15 persen

Selanjutnya, pajak reklame, target Rp 1.397.000.000, realisasi Rp 1.535.547.064, atau sebesar 109,92 persen, kelebihan Rp 138.547.064. Pajak penerangan jalan, target Rp 36.300.000.000, realisasi Rp 36.906.364.562, atau sebesar 101,67 persen, kelebihan Rp 606.364.562. Pajak mineral bukan logam batuan, target Rp 150.000.000, realisasi Rp 225.860.100, atau sebesar 150 persen, ada kelebihan Rp 75.860.100.

Pajak parkir, target Rp 300.000.000, realisasi Rp 378.196.600, atau sebesar 126,07 persen, kelebihan Rp 78.196.600. Pajak air tanah, target Rp 1.050.000.000, realisasi Rp1.184.236.436, atau sebesar 112,78 persen, kelebihan Rp 134.236.436. Pajak sarang burung wallet, target Rp 30.000.000, relisasi Rp 34.411.100, atau sebesar 114,70 persen, kelebihan Rp4.411.100. Pajak Bumi Bangunan (PBB) Perkotaan, target Rp 13.200.000.000, realisasi Rp 17.862.862.505.528, atau 100,35 persen, kelebihan Rp 62.505.528.

TRENDING :  BBM Turun Warga Nilai Harga Bensin Eceran Masih Mahal

“Jenis penerimaan pajak yang terakhir, yakni bea perolehan hak tanah bangunan, juga perolehannya mebihi target sebesar 128,14 persen, yakni dari target Rp 15.392.717.000, realisasinya sebesar Rp 19.723.486.596, terdapat kelebihan 4.330.796.596.,” jelas Kepala BPPKAD Kabupaten Kudus itu.(DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.