Tari Saman dan Penyerahan Beasiswa Warnai Puncak Milad Muhammadiyah di Kudus

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Puncak rangkaian acara gelaran Milad Muhammadiyah ke-110 H / 107 M di Kudus dipusatkan di Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), Purwosari Kecamatan Kota, Sabtu (16/11/2019) malam.

Resepsi Milad ke-107 Muhammadiyah itu dihadiri oleh Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’thi. Panitia juga menampilkan tari saman dari Pondok Pesantren Muhammadiyah dan paduan suara dari UMKU.

Ribuan orang menghadiri resepsi malam ini, Para tamu undangan di antaranya Plt Bupati Kudus HM Hartopo, dan jajaran Forkopimda.

TRENDING :  Peringati 1 Muharram 1440 H, Pemkab Kudus Gelar Dzikir, Doa Bersama

“Setidaknya dihadir 2000 jamaah, diantaranya pimpinan cabang/ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah Kudus, dan semua perwakilan ormas kita undang,” kata Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kudus Ahmad Hilal Madjdi didampingi ketua panitia, Purwanto Agung, Sabtu (17/11/2019) malam.

Acara diisi dengan pengajian, santunan, pemberian beasiswa, hingga pembagian hadiah hasil lomba.

”Lombanya mulai dari mewarnai, menggambar, keagamaan seperti tahfiz, pildacil, fahmil Alquran. Lalu memasak untuk amal usaha dan juga untuk diikuti jajaran PDM dan PCM,” ujar Hilal.

TRENDING :  Pengukuhan Kordes dan Korlap Paslon An-Noor Sudah Hampir Rata

Selain penyerahan hadiah, malam puncak milad itu juga diisi dengan pemberian santunan. Diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu. Juga ada beasiswa untuk siswa peraih juara Olympic Ahmad Dahlan (Olympicad) nasional VI.

“Harapan kami, melalui milad ini Muhammadiyah Kudus dapat lebih berperan aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Menyangkut dimensi mencerdaskan budaya, sistem, dan lingkungan. Sehingga luas cakupannya dalam berbangsa dan bernegara,” jelas Hilal.

TRENDING :  Kelompok Alumni SMAN 1 Kudus, Sepaters Berbagi Kebahagiaan

Dalam perspektif Islam, pihaknya berusaha turut mencerdaskan kehidupan bangsa. Itu identik dengan membangun bangsa berkebudayaan Iqra dan membentuk peradaban maju yang cerah-mencerahkan.

”Dengan pandangan Islam berkemajuan, senantiasa berusaha untuk mengintegrasikan nilai-nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan. Sehingga Muhammadiyah dan umat Islam merupakan bagian integral dari bangsa ini,” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :