Teater AS STAIP Sukses Gelar Pementasan Teater Secara Daring

oleh -427 kali dibaca

Pati, isknews.con – Teater AS STAIP sukses menggelar pementasan teater secara daring pada Selasa (7/4/2021) kemarin. Mereka membawakan konsep drama dengan lakon “Dalang dan Wayang”.


Lakon itu menceritakan perlawanan para wayang kepada sang Dalang. Para wayang mengaku terganggu atas aturan-aturan. Mereka ingin kebebasan. Wayang-wayang yang dimainkan oleh Fatih Luth Fitriyah, Ira Ayu Nuraini, Eko Rismawan, Mawar Daturrohmah, dan Desti Rahmadhani pun menyusun rencana untuk dapat menaklukkan Ki Dalang.


Hanya, dalam perjalanannya, mereka harus berhadapan dengan dua penjaga. Beruntung, penjaga 1 yang dimainkan Ulyl Alfa Indah dapat mereka akali dengan memberikan banyak pujian. Penjaga yang memang gila pujian itu kemudian beranjak pergi tanpa curiga.


Tantangan justru muncul saat menghadapi penjaga 2. Pujian tak mempan baginya, begitu pula iming-iming makan gratis. Rupanya penjaga 2 yang dimainkan Siti Maulin Ni’mah itu baru bisa luluh setelah meminta uang kepada para wayang.


Keberhasilan dalam melewati dua penjaga memuluskan rencana dalam menangkap dalang. Protes demi protes pun dilontarkan oleh para wayang yang tak suka akan aturan. Hingga akhirnya, Ki Dalang yang dimainkan oleh Nasruddin ditangkap dan dimasukkan ke dalam peti.


Sontak keberhasilan para wayang disambut dengan teriakan kegirangan. Mereka melompat bahagia. Rencana pesta pun disusun. Mereka ingin merayakannya dengan bernyanyi. Namun mereka tak satu pendapat dalam memilih lagu. Ada yang ingin dangdut, keroncong, qosidahan, serta lagunya Nisa Sabyan.
Setelah polemik itu, mereka akhirnya memutuskan untuk mengangkat pemimpin. Hanya saja ternyata para wayang itu semuanya menginginkan untuk menjadi pemimpin. Konflik pun kembali terjadi. Bahkan saat diusulkan bergantian dalam memimpin, semua wayang juga ingin menjadi yang pertama. Lagi-lagi terjadi perdebatan.Bahkan konflik itu hendak berujung pada perkelahian.
Mereka pun akhirnya menyadari, para wayang membutuhkan Dalang untuk memberikan arahan dan memimpin. Mereka baru menyadari betapa sulitnya hidup tanpa aturan dan arah yang jelas.
Umar, Lurah Teater AS Staip mengungkapkan, pemilihan lakon itu sengaja ditarik di arah pendidikan. Sebagai mahasiswa STAIP, diantara mahasiswanya memang ada yang belajar di jurusan tarbiyah atau pendidikan.


“Kami tertarik, cerita itu seringkali terjadi di masa anak yang baru beranjak gedhe. Anak-anak seringkali menganggap aturan itu menjadi sebuah kekangan atau batasan.

Padahal aturan itu sebenarnya membantu dan memudahkan dalam menjalani sebuah proses pembelajaran. Sementara mereka baru menyadarinya setelah terjadi suatu peristiwa,”ujarnya.


Pertunjukkan itu kian harmonis dengan balutan iringan musik ilustrasi yang dibawakan oleh Muh Umar Said, Putri Aisyah dan Ryan Pradika.

KOMENTAR SEDULUR ISK :