Kudus, isknews– Teater Bobot dari SMP 1 Kudus dan Teater Patas dari SMA 1 Bae berhasil meraih gelar Teater Terbaik I tingkat SMP dan SMA dalam ajang Festival Teater Pelajar (FTP) XV Kudus 2025. Penghargaan tersebut diumumkan pada malam puncak festival yang digelar di GOR Kaliputu–Djarum Arena 2, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (21/12/2025).
Festival Teater Pelajar XV yang diselenggarakan oleh Komunitas Teater Djarum dengan dukungan Bakti Budaya Djarum Foundation ini mengangkat tema “Estetika Tubuh Artistik” dan diikuti oleh 42 kelompok teater pelajar dari jenjang SMP dan SMA se-Kabupaten Kudus. Tema tersebut menekankan tubuh sebagai medium utama dalam pertunjukan teater melalui kesadaran gerak, gestur, ritme, dan kehadiran aktor di atas panggung.
Teater Bobot tampil dominan pada kategori SMP dengan menyabet sejumlah penghargaan individu, di antaranya Sutradara Terbaik, Aktor Utama Terbaik, Aktris Utama Terbaik, Aktor Pendukung Terbaik, serta beberapa kategori artistik lainnya. Sementara itu, Teater Patas dari SMA 1 Bae juga menunjukkan kualitas pertunjukan yang kuat hingga dinobatkan sebagai Teater Terbaik tingkat SMA, sekaligus meraih Teater Favorit dan sejumlah penghargaan individu.
Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian, menyampaikan bahwa Festival Teater Pelajar bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang pembelajaran dan regenerasi bagi seniman muda. Menurutnya, keberhasilan para peserta menunjukkan tumbuhnya kecintaan generasi muda terhadap seni pertunjukan teater.
“Festival Teater Pelajar adalah wujud konsistensi dalam menjaga keberlangsungan seni teater melalui regenerasi. Para pelajar tidak hanya menampilkan pertunjukan, tetapi juga menjalani proses pembelajaran yang penting bagi masa depan seni pertunjukan Indonesia,” ujarnya.
Salah satu juri, Iswadi Pratama, menilai penampilan para finalis memperlihatkan keberanian dan kejujuran dalam bercerita. Ia menekankan bahwa para pelajar tidak hanya bermain peran, tetapi mampu menghadirkan cerita dengan hati melalui olah tubuh dan emosi yang matang.
“Setiap penampilan menunjukkan proses yang kuat. Inilah bukti bahwa Festival Teater Pelajar menjadi ruang lahirnya generasi seniman masa depan,” tuturnya.
Selain kompetisi, FTP XV juga diperkuat dengan program pendampingan Lokakarya Pelatih Pelajar (Lokapijar) yang melibatkan guru dan pelatih teater dari berbagai sekolah. Program ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas proses penciptaan hingga pementasan karya teater pelajar.
Dengan capaian tersebut, Teater Bobot dan Teater Patas tak hanya membawa pulang gelar juara, tetapi juga menegaskan kualitas seni panggung pelajar Kudus yang terus berkembang dan siap menjadi bagian dari masa depan seni pertunjukan Indonesia. (AS/YM)






