Teater Tigakoma Raih Juara I Lomba Monolog Nasional

oleh -172 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Kelompok Kajian Teater Tigakoma berhasil menjadi juara pertama kompetisi monolog antaruniversitas tingkat nasional di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Surakarta. Tiga kategori nominasi yang diperebutkan, seluruhnya diboyong oleh teater yang berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muria Kudus (FKIP UMK) itu.

Masing-masing yakni Juara I Penyaji Terbaik, Juara I Penata Artistik Terbaik, dan Juara I Penata Musik Terbaik. Lomba bertajuk “Art and Sport Appreciation by Economic and Business Faculty of UNS” (ARTEFAC) oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) ini diikuti 20 kelompok teater kampus dari seluruh Indonesia. Di antaranya dari Kudus, Semarang, Solo, Yogyakarta, Banyuwangi, Jember, Malang, Bandung, Jakarta, hingga Palu.

Ketua Teater Tigakoma Afif Khoirudin mengaku, bersyukur atas raihan prestasi di 2020 ini. Dalam kompetisi itu, pihaknya membawakan lakon Cermin karya Nano Riantiarno. Sementara proses latihan yang dijalani, kurang lebih selama tiga bulan.”Bersyukur. Semoga jadi penyemangat untuk proses karya selanjutnya,” ungkapnya, Jumat (13/3/2020).

Aktor monolog Cermin, Muhammad Rifky menyampaikan, lakon ini bercerita mengenai perjalanan hidup dan pergulatan batin seorang tokoh yang hendak menjalani hukuman mati. Hal itu akibat dari apa yang dilakukannya. Yakni membunuh enam orang dan melukai tiga orang.

Menurutnya, tafsir lakon ini dibebaskan dari ikatan gaya realisme yang tampak dalam proses penulisan naskah. Hal itu agar pementasan dapat dieksplorasi lebih bebas. “Hal ini dilakukan agar kami dapat leluasa menggali kemungkinan-kemungkinan dan potensi ide-ide di luar teks naskah,” jelasnya.

Kendati demikian, gaya realisme sebagai bagian dari gerakan dan sejarah seni teater  tetap dihargai olah pihaknya. “Untuk itu kami mencoba tetap meminjam gaya ini, dengan menyebut gaya kami sebagai realisme simbolis,” imbuh mahasiswa yang kini duduk di bangku semester empat itu.

Diketahui, ada tiga orang yang menjadi dewan juri dalam lomba yang digelar selama 10-11 Maret 2020 itu. Meliputi, Rangga Riantiarno, putra salah satu tokoh teater modern Indonesia Rano Riantiarno. Lalu Hanindawan, tokoh teater nasional sekaligus pimpinan Teatar Gidag-Gidig Solo. Terakhir, Irwan Jamal, teaterawan asal Kota Kembang, Bandung.

Pengumuman hasil lomba monolog disampaikan di Teater Arena TBJT, Rabu (11/3/2020) malam kemarin. Untuk juara kedua diraih Sanggar Seni Gimba asal Kota Palu dan juara ketiga Teater Soekamto dari Kota Solo. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :